Jakarta: Kehidupan modern membuat manusia hampir tidak bisa terlepas dari jejak digital. Situs yang dikunjungi, aplikasi yang digunakan, hingga perangkat teknologi di rumah dapat mengumpulkan berbagai data mengenai aktivitas penggunanya.
Tidak semua bentuk pelacakan tersebut bertujuan buruk karena sebagian digunakan untuk memperbaiki layanan, mengatasi gangguan teknis, atau meningkatkan pengalaman pengguna. Namun, sebagian orang mungkin tidak menyadari bahwa sejumlah perangkat yang digunakan sehari-hari juga memiliki kemampuan untuk merekam dan mengumpulkan informasi mengenai aktivitas di sekitarnya.
Pelacakan data dapat terjadi melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan internet atau memiliki sensor tertentu. Berikut lima perangkat yang perlu diperhatikan pengguna untuk menjaga privasi.
Smart TV
Smart TV dapat mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan menonton melalui fitur
Automatic Content Recognition (ACR). Data tersebut dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi konten atau kepentingan lainnya, sehingga pengguna dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan fitur pelacakan, ACR, maupun mikrofon ketika tidak diperlukan.
Router Wi-Fi
Teknologi tertentu memungkinkan sinyal
Wi-Fi dimanfaatkan untuk mendeteksi pergerakan di dalam ruangan. Sinyal tersebut berpotensi digunakan untuk mengenali aktivitas seperti gerakan tubuh, cara berjalan, hingga pola pernapasan, meskipun teknologi ini juga memiliki potensi positif, misalnya untuk membantu memantau kondisi lansia di rumah.
Kacamata pintar
Kacamata pintar yang dilengkapi kamera memungkinkan pengguna merekam lingkungan sekitar tanpa harus memegang perangkat. Kemampuan tersebut menimbulkan kekhawatiran privasi karena orang lain dapat terekam tanpa sadar, sementara data rekaman dan interaksi dengan fitur kecerdasan buatan berpotensi diproses melalui layanan berbasis cloud.
Bel pintu pintar
Bel pintu pintar dengan kamera dapat membantu pengguna memantau orang yang datang ke rumah dari jarak jauh. Namun, perangkat tersebut juga dapat mengumpulkan rekaman video di sekitar rumah sehingga pengguna perlu memperhatikan pengaturan privasi dan memastikan akses terhadap rekaman hanya diberikan kepada pihak yang berwenang.
Perangkat rumah pintar
Berbagai perangkat rumah pintar, seperti kamera keamanan, speaker pintar, dan perangkat yang terhubung ke internet, dapat mengumpulkan data secara terus-menerus. Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan memilih produk dari produsen tepercaya, menggunakan kata sandi yang kuat, memperbarui sistem secara rutin, mengamankan jaringan Wi-Fi, serta menghindari pemasangan kamera di area pribadi.
Bijak menggunakan perangkat teknologi
Perangkat pintar memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi penggunaan teknologi tetap perlu disertai kesadaran terhadap keamanan dan privasi. Pengguna dapat memeriksa izin aplikasi, menonaktifkan fitur yang tidak diperlukan, serta membaca kebijakan privasi sebelum mengaktifkan perangkat.
Tidak semua perangkat harus terhubung ke internet untuk dapat digunakan secara optimal. Mempertahankan beberapa perangkat konvensional atau non-smart juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi jumlah data pribadi yang berpotensi dikumpulkan dan meminimalkan risiko keamanan digital. (Daffa Yazid Fadhlan)