M Sholahadhin Azhar • 24 August 2026 11:27
Jakarta: Gempa dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu tidak berhenti meninggalkan dampak setelah guncangan reda. Hingga kini, proses pemulihan masih terus dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mengurangi risiko yang mungkin muncul setelah bencana.
Dalam situasi seperti ini, satu istilah yang kerap muncul adalah mitigasi. Lantas, apa sebenarnya arti mitigasi?
Mitigasi merupakan istilah yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Secara sederhana, mitigasi berarti upaya untuk mengurangi dampak buruk, risiko, atau tingkat keparahan dari suatu peristiwa.
Kata mitigasi berasal dari bahasa Latin mitigare, yang memiliki makna membuat lebih lunak, meredakan, atau mengurangi. Dalam penggunaannya di bahasa Indonesia, istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan berbagai upaya untuk menekan dampak yang ditimbulkan dari suatu peristiwa, termasuk bencana.
Dalam konteks kebencanaan, mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat muncul akibat bencana. Upaya ini bertujuan menekan jumlah korban jiwa, mengurangi kerusakan lingkungan, serta meminimalkan kerugian harta benda.
Mitigasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Dengan memahami risiko dan melakukan langkah-langkah pengurangan dampak, masyarakat diharapkan dapat menghadapi kondisi bencana dengan lebih siap.
Nah, dari proses pemulihan NTT kita bisa melihat bahwa penanganan bencana bukan hanya soal membantu masyarakat setelah kejadian. Ada pula upaya untuk mengurangi risiko dan mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari. Itulah mengapa mitigasi menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews,com.