Viral Dugaan Child Grooming di Sekolah, Begini Cara Pelaku Memanipulasi Korban-Kabar Daerah

Deny Irwanto • 20 May 2026 09:37

Jakarta: Kasus dugaan child grooming yang melibatkan oknum kepala sekolah SMK Letris Indonesia di Pamulang, Tangerang Selatan, tengah menjadi sorotan publik.

asus ini viral di media sosial setelah beredar tangkapan layar percakapan, foto kebersamaan, hingga dokumentasi kegiatan sekolah yang diduga menunjukkan hubungan tidak pantas antara pelaku dan sejumlah siswi.

Oknum kepala sekolah berinisial AMA tersebut diduga mendekati beberapa siswinya secara personal hingga membangun kedekatan emosional. Pihak sekolah pun langsung melakukan investigasi internal dan menonaktifkan sementara yang bersangkutan dari jabatannya. Sementara itu, pihak kepolisian juga telah turun tangan untuk menyelidiki kasus tersebut.
 



Ramainya kasus ini membuat istilah child grooming kembali menjadi perhatian masyarakat. Banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana praktik ini bisa terjadi, terutama di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak dan remaja.

Apa Itu Child Grooming?

Child grooming merupakan bentuk manipulasi emosional yang dilakukan orang dewasa terhadap anak atau remaja untuk membangun kedekatan dan kepercayaan demi tujuan eksploitasi, termasuk kekerasan seksual.

Proses ini biasanya berlangsung perlahan sehingga sering kali tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitarnya. Pelaku akan berusaha membuat korban merasa nyaman, spesial, dan dipahami sebelum akhirnya mulai mengontrol hubungan tersebut.

Dalam banyak kasus, pelaku tidak langsung melakukan tindakan kekerasan. Mereka biasanya memulai dengan perhatian kecil, seperti sering menghubungi korban, mendengarkan curhat, memberikan hadiah, hingga menjadi tempat bergantung secara emosional.

Karena dilakukan secara bertahap, korban sering kesulitan menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.

Mengapa Child Grooming Sulit Dikenali?

Menurut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), child grooming sering sulit dikenali karena pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan kepercayaan.

Pelaku umumnya merupakan orang yang dikenal korban, bahkan dihormati oleh lingkungan sekitar, seperti guru, pelatih, tetangga, atau anggota keluarga sendiri. Kondisi ini membuat korban merasa bingung untuk menolak atau melapor.

Selain itu, pelaku biasanya membangun citra sebagai sosok yang perhatian dan peduli. Tidak jarang korban justru merasa memiliki hubungan yang “aman” atau “spesial”, padahal sedang berada dalam situasi manipulatif.

Tanda-Tanda Child Grooming yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa tanda yang bisa menjadi perhatian orang tua maupun lingkungan sekitar, antara lain:
  • Anak menjadi lebih tertutup dari biasanya
  • Sering berkomunikasi intens dengan orang dewasa tertentu
  • Mendapat hadiah atau perhatian berlebihan
  • Mulai menjauh dari keluarga dan teman sebaya
  • Mudah emosional atau defensif saat ditanya soal seseorang
  • Terlihat sangat bergantung secara emosional pada sosok tertentu
Meski tidak selalu menandakan child grooming, perubahan perilaku tersebut tetap perlu diperhatikan agar anak mendapatkan ruang aman untuk bercerita.
   

Pentingnya Peran Orang Tua dan Sekolah

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga sekolah dan lingkungan sekitar.

Penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka merasa aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi. Sementara itu, sekolah juga perlu memiliki sistem pengawasan dan edukasi yang jelas terkait kekerasan seksual serta batas interaksi antara tenaga pendidik dan siswa.

Selain itu, edukasi mengenai child grooming juga dinilai penting agar anak-anak dan remaja dapat mengenali tanda manipulasi emosional sejak dini.

Nah, itu dia penjelasan mengenai child grooming yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Kasus seperti ini menunjukkan bahwa manipulasi emosional bisa terjadi secara perlahan dan sering kali sulit disadari. Karena itu, kesadaran, edukasi, dan komunikasi yang sehat menjadi langkah penting untuk mencegah kasus serupa terulang di lingkungan sekolah maupun sekitar kita.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)