11 May 2026 00:26
Gelanggang Tegalwaton kembali bergetar dalam gelaran pacuan kuda tingkat nasional bergengsi, Piala Raja Mangkunegaran dan Triple Crown Seri Kedua 2026. Dalam pertarungan yang berlangsung di kaki Gunung Merbabu tersebut, kuda tangguh Saga Serumpun berhasil mengukuhkan dominasinya di kelas paling bergengsi, 3 Tahun Derby jarak 1600 meter.
Kemenangan dramatis ini tidak hanya membawa trofi kehormatan bagi sang pemilik, tetapi juga hadiah tunai sebesar Rp120 juta sebagai bentuk apresiasi atas performa impresif di atas lintasan pasir.
Jarak 1600 meter dikenal sebagai ujian sesungguhnya bagi kuda-kuda muda usia 3 tahun. Lintasan ini menuntut keseimbangan sempurna antara ledakan kecepatan saat awal start dan ketahanan stamina yang mumpuni saat memasuki tikungan terakhir sebelum garis finis.
Sejak pintu gerbang dilepaskan, atmosfer kompetisi langsung memanas. Kuda Suntora Berjaya yang dipacu joki Kenny F Ngion sempat memimpin di awal balapan, dibayangi ketat oleh Saga Serumpun di posisi kedua. Sementara itu, kuda-kuda kuat lainnya seperti Nara Eclipse, Milea Guti, dan Aurora of Khalim terus mengintai di barisan tengah.
Memasuki lintasan lurus terakhir, tensi pertandingan mencapai puncaknya. Saga Serumpun mulai menunjukkan akselerasi luar biasa yang sulit dibendung. Meski sempat mendapatkan tekanan hebat dari King Asva yang dipacu Abdul Majid dan Maxi of Khalim bersama Jemmy Runtu dari sisi luar, Saga Serumpun tetap kokoh memimpin.
Dalam dorongan tenaga penuh di 100 meter terakhir, Saga Serumpun melesat terdepan dan menyentuh garis finis di posisi pertama, meninggalkan para pesaingnya dalam perebutan tiket menuju Triple Crown Indonesia.
Kemenangan di Tegalwaton ini mengonfirmasi posisi Saga Serumpun sebagai salah satu kuda derby terbaik di musim kompetisi tahun ini. Konsistensi performa yang ditunjukkan di Seri Kedua ini menjadi modal besar untuk menghadapi putaran final Triple Crown mendatang.
Hasil lengkap race ke-16 menempatkan Saga Serumpun di posisi puncak, disusul oleh King Asva dan Nara Eclipse yang harus puas menempati posisi selanjutnya dalam persaingan sengit di lintasan pasir Tegalwaton.