11 September 2026 19:58
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 mengantongi ciri-ciri dan identitas delapan terduga pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Petunjuk awal tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan saksi korban yang selamat serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi kejadian, petugas menemukan jejak darah yang diduga milik pelaku serta tiga selongsong peluru, dua selongsong berkaliber 5,56 mm dari senjata api laras panjang dan satu selongsong berkaliber 9 mm dari senjata api laras pendek.
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tim penindak telah diterjunkan ke lapangan untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut.
"Kita sudah kantongi ciri-cirinya, tim sudah melakukan pengejaran. Kita telah menambah pasukan yang ada di Kabupaten Jayawijaya, sudah kita dorong tadi dari Timika dan bergeser yang dari Lanny Jaya itu kurang lebih ada 50 personel, untuk mengejar kelompok para pelaku ini," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 11 September 2026.
Berdasarkan keterangan saksi, terduga pelaku yang berjumlah delapan orang diketahui membawa setidaknya dua pucuk senjata api laras panjang.
"Hasil daripada wawancara kita dengan saksi korban ini kurang lebih pelakunya delapan orang dengan membawa senjata api panjang sebanyak dua pucuk. Kalau yang genggam tadi dari saksi belum kelihatan, kita hanya menemukan selongsongnya, justru malah selongsong senjata api pendek. Ini akan kita kejar, insyaallah kita dapat karena identitas pelaku sudah kita kantongi," tambahnya.
Guna memperkuat operasi pengejaran di Jayawijaya, Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengerahkan sekitar 50 personel tambahan yang digeser dari Timika dan Lanny Jaya.
Aksi penembakan ini terjadi pada Rabu sore, 9 September 2026, di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Penyerangan berlangsung saat rombongan 11 ASN bertolak dari Wamena untuk meninjau kegiatan program cetak sawah. Insiden keji tersebut mengakibatkan tiga ASN gugur, yaitu AR (Kepala Bidang Peternakan) dan AA yang meninggal di lokasi kejadian, serta WB yang meninggal dunia di RSUD Wamena akibat luka tembak di bagian pinggang.