12 September 2026 18:17
Aktivitas jual beli di Pasar Induk Flamboyan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tetap berjalan ramai dan padat di tengah kepungan bencana kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dikutip dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 12 September 2026, meski kondisi kualitas udara di Pontianak sempat melonjak ke tingkat mengkhawatirkan hingga masuk kategori sangat berbahaya bagi kesehatan, semangat warga untuk berbelanja kebutuhan pokok di akhir pekan tidak surut.
Guna melindungi diri dari pekatnya paparan asap dan aroma menyengat bekas kebakaran, mayoritas pedagang serta pembeli yang beraktivitas di luar ruangan kini memilih atau diwajibkan mengenakan masker. Indeks kualitas udara ekstrem tersebut dinilai paling berisiko tinggi bagi kesehatan kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lansia.
Sebagai langkah penanganan, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat bersama jajaran Polres dan Polresta memperkuat ketersediaan air dengan membangun 222 titik sumur bor di berbagai wilayah. Pembangunan fasilitas ini difokuskan untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan pada lahan gambut yang rawan terbakar.
Saat ini, sebagian titik pengeboran telah mengalirkan air sehingga dapat langsung dimanfaatkan, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Selain mendukung upaya penanggulangan karhutla, fasilitas sumur bor ini juga membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di tengah musim kemarau panjang.