Prabowo: Swasembada Pangan Sudah Tercapai, Kita Lanjut ke Energi

17 July 2026 19:58

Presiden Prabowo Subianto menyatakan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah telah berhasil dicapai. Selanjutnya, pemerintah akan memfokuskan upaya pada percepatan swasembada energi dan swasembada air sebagai bagian dari agenda memperkuat kemandirian nasional.

"Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman," kata Prabowo dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jumat 17 Juli 2026. 

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin panen raya bersama TNI secara serentak di 43 lokasi di seluruh Indonesia dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat.

Presiden mengatakan pemerintah tidak berhenti pada sektor pangan. Menurutnya, berbagai langkah penertiban juga terus dilakukan untuk mengamankan sumber daya nasional dari praktik-praktik ilegal yang dinilai merugikan negara.

"Kita sedang mengadakan penertiban besar-besaran terhadap semua kegiatan-kegiatan yang ilegal. Penyelundupan, kegiatan tambang ilegal, kegiatan perkebunan ilegal, kegiatan perikanan ilegal, permainan-permainan dagang yang ilegal. Pekerjaan kita besar, tapi insya Allah dengan tekad, dengan hati, dengan kehendak, kita akan mencapai yang kita inginkan," ujarnya.

Prabowo menegaskan pemerintah bergerak cepat karena ingin memperbaiki kesejahteraan masyarakat yang selama ini dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi Indonesia.

"Kita mengejar sasaran-sasaran. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita. Sehingga pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai," ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa bersatu untuk mengelola kekayaan Indonesia demi kepentingan rakyat.

"Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita. Bersatulah untuk mengamankan, menguasai kembali semua kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut," tutur Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden mengungkapkan pemerintah juga tengah mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Menurut laporan Menteri Pertanian, selama 12 tahun tidak dilakukan peremajaan tebu, sehingga pemerintah kini menargetkan pembaruan lahan tebu seluas 100 ribu hektare setiap tahun.

"Tadi Menteri Pertanian menyampaikan kepada saya bahwa sudah 12 tahun tidak ada peremajaan tebu. Kita sekarang akan meremajakan semua tebu yang kita miliki. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun," kata Prabowo.

Saat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan target penyelesaian program dapat dipercepat menjadi dua tahun, Prabowo menyambut optimisme tersebut dengan berkelakar.

"Tapi saya bilang, bagus. Tapi jangan masuk rumah sakit, Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi kamu enggak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau," ujar Prabowo yang disambut tawa para peserta acara.

Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan) per November 2025, luas lahan panen tebu mencapai 520.823 hektare. Luas tersebut digarap oleh 796.621 petani.

Selain itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada TNI yang melaksanakan program pendampingan terpadu terhadap petani untuk menciptakan swasembada pangan. Khusus komoditas tebu, TNI Angkatan Udara (AU) mendampingi untuk produksi di lahan seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.

Selain TNI AU, TNI Angkatan Laut (AL) juga melakukan pendampingan terhadap 2.432 hektare lahan kedelai dan TNI Angkatan Darat (AD) melakukan pendampingan pada Januari-Juni 2026 terhadap 6,26 juta hektare lahan padi.

Presiden menyinggung bahwa upaya TNI dan Polri, yang juga menjalankan pendampingan serupa, bersama BUMN, perusahaan swasta, akademi serta petani memperlihatkan bagaimana semua komponen bangsa bersatu untuk mengatasi kesulitan rakyat.

"Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia," kata Prabowo.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X