Kementerian PU Siapkan Sumur Bor dan Bangun 133 Km Saluran Irigasi Rawa di Wanam Merauke

22 October 2026 22:35

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan infrastruktur air terpadu berupa pengembangan sumur bor dalam serta jaringan saluran irigasi rawa untuk memperkuat ketersediaan air pertanian di kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan air tawar untuk lahan pertanian yang tengah dikembangkan tetap terpenuhi secara berkelanjutan dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kebetulan rawa di sini air tawar, tapi kan kita harus pastikan air di rawa ini tidak habis atau tidak kering meskipun musimnya musim kering. Jadi itu yang kita pastikan, makanya kemudian kita di beberapa ada sumur bor untuk memastikan bahwa walaupun musim kering sawah ini tetap terairi dengan air tawar," kata Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia, Metro TV, Kamis, 22 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil survei geolistrik per 9 Oktober 2026, titik sumur bor dalam di kawasan KSPEAN Wanam berpotensi menghasilkan air tanah dengan debit sekitar satu hingga dua liter per detik di setiap titiknya. Pengembangan sumur bor ini menjadi sumber air alternatif untuk menjamin ketersediaan air tawar bagi kawasan pertanian.
 

Pembangunan Saluran Irigasi Rawa Capai 133 Km


Selain penyiapan sumur bor dalam, Kementerian PU juga membangun jaringan saluran irigasi rawa sekaligus fungsi pengendalian banjir. Dari total target pembangunan jaringan saluran sepanjang 180 kilometer, realisasi fisik per 1 Oktober 2026 telah mencapai 133 kilometer.

Dody menegaskan bahwa penyiapan jaringan irigasi primer dan sekunder dirancang sejak awal berkoordinasi dengan pemetaan cetak sawah dari Kementerian Pertanian.

"Kita memang fokusnya dari situ dari awal sekali kita waktu pertama kali kita buka ini yang kita desain duluan adalah irigasi primer dan sekundernya. Jadi kita tanya nih ke Kementerian Pertanian di mana rencana cetak sawahnya, nah kalau di titik ini baru kita kemudian desainkan irigasinya primer sekunder," ucap Dody.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X