Komdigi Pastikan Infrastruktur Komunikasi Siap Dukung MotoGP Mandalika 2026

9 October 2026 13:56

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan kesiapan infrastruktur komunikasi dan pengelolaan spektrum frekuensi radio di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2026. 

Peninjauan langsung kesiapan layanan frekuensi tersebut dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dengan didampingi Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadan serta Plt Dirut ITDC pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Guna mendukung kelancaran ajang balap internasional ini, Komdigi telah menyiapkan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio. Alokasi frekuensi tersebut diperuntukkan bagi komunikasi tim balap, operasional dan keselamatan perlombaan, hingga kebutuhan produksi serta distribusi siaran internasional. 

Selain itu, Komdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyiagakan empat BTS bergerak (mobile BTS) demi memperkuat kapasitas layanan telekomunikasi di tengah lonjakan lalu lintas komunikasi selama gelaran acara.
 



Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya penguatan frekuensi agar ajang balap ini dapat disiarkan secara optimal ke belahan dunia.

"Juga ini akan live di minimal 100 televisi mancanegara, dan itu juga perlu penguatan frekuensi sehingga tadi yang kita periksa adalah itu agar apa yang terjadi di sini dapat tersiarkan dengan baik di banyak tempat di banyak negara," ujar Meutya Hafid dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026.

Meutya menambahkan bahwa keandalan jaringan jaringan telekomunikasi juga disiapkan untuk mengantisipasi konektivitas hingga 200 ribu pengunjung. Meski demikian, ia menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan frekuensi bagi 22 pembalap (rider) dan timnya berada dalam kondisi bersih tanpa hambatan demi menjaga keselamatan perlombaan.

"Dan yang paling utama adalah race-nya tidak terganggu, karena nanti di sini ada 22 rider dan semua timnya harus menggunakan frekuensi yang clean and clear. Tidak boleh ada gangguan, tidak boleh ada delay, karena itu amat berpengaruh terhadap keselamatan," tegas Meutya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X