Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 19:12
Jakarta: Ada pertandingan yang berakhir dengan skor, ada pula yang meninggalkan cerita panjang. Bagi Timnas Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) selama bertahun-tahun menjadi saksi perjuangan di partai puncak yang tak selalu berakhir bahagia.
Lima kali tampil di final di GBK, lima kali pula Indonesia harus merasakan pahitnya kegagalan. Namun, Senin malam, 5 Oktober 2026, cerita itu akhirnya berubah. Untuk pertama kalinya, Garuda mampu mengangkat trofi dari partai puncak di rumah sendiri setelah menaklukkan Thailand dalam drama adu penalti.
Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah bermain imbang 2-2 dengan Thailand selama 120 menit. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke adu penalti dan Indonesia menang 4-2. Gelar tersebut sekaligus menjadi trofi perdana dalam penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup.
Perjalanan Panjang Menuju Final
Perjalanan Indonesia menuju partai puncak tidak datang dengan mudah. Di fase grup, skuad Garuda mengawali perjalanan dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.
Indonesia kemudian bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Malaysia. Pada pertandingan terakhir fase grup, Garuda tampil meyakinkan dengan pesta gol 9-2 atas Bangladesh. Hasil tersebut membawa Indonesia melangkah ke partai puncak. Namun, Thailand sudah menunggu dengan tantangan yang jauh lebih besar.
Pertandingan final berlangsung sengit. Indonesia dan Thailand saling berbalas serangan hingga waktu normal berakhir dengan skor 2-2. Pertandingan kemudian berlanjut ke babak tambahan waktu. Kedua tim tetap berusaha mencari gol penentu, tetapi tidak ada yang mampu memastikan kemenangan hingga 120 menit pertandingan selesai.
Di titik tersebut, ketenangan menjadi sangat penting. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo Indonesia.
Sementara itu, Thailand hanya mampu mencetak dua gol melalui Manuel Bihr dan Waris Choolthong. Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti, sementara Emil Audero tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.
Indonesia akhirnya menang 4-2 dan memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 berada di tangan Garuda. Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena GBK sebelumnya berkali-kali menjadi saksi kegagalan Indonesia di partai puncak.
Setelah terakhir kali meraih gelar di GBK pada SEA Games 1987, Indonesia kembali menjalani sejumlah final dengan hasil yang mengecewakan.
Beberapa di antaranya yakni:
1. SEA Games 1997
Indonesia menghadapi Thailand di final. Pertandingan berakhir imbang dan harus ditentukan melalui adu penalti. Indonesia akhirnya kalah dari Thailand.
2. Piala Tiger 2002
Thailand kembali menjadi lawan Indonesia di partai puncak. Setelah pertandingan berakhir imbang, Indonesia kembali harus menerima kekalahan melalui adu penalti.
3. Piala AFF 2010
Indonesia berhasil menang 2-1 atas Malaysia pada leg kedua di GBK. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan karena Indonesia kalah agregat 2-4.
4. SEA Games 2011
Indonesia kembali berhadapan dengan Malaysia di final. Setelah bermain imbang 1-1, pertandingan ditentukan melalui adu penalti dan Indonesia harus mengakui keunggulan lawan.
5. Piala AFF U-23 2025
Terbaru, Timnas Indonesia U-23 menghadapi Vietnam di final. Garuda Muda kalah 0-1 dan kembali gagal mengangkat trofi di GBK.
Lima final, lima cerita pahit. Namun, penantian itu akhirnya berakhir pada 5 Oktober 2026. GBK yang selama bertahun-tahun identik dengan perjuangan dan kekecewaan di partai puncak akhirnya berubah menjadi panggung perayaan. Para pemain, pelatih, dan suporter Indonesia bisa merayakan gelar bersama di rumah sendiri.
Nah, Teman MTVN Lens, kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya menghadirkan trofi baru, tetapi juga mengubah cerita panjang Garuda di partai final GBK. Setelah lima kali gagal, Indonesia akhirnya berhasil mengangkat trofi dan mencatatkan sejarah sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)