NEWSTICKER

Wacana BBM Bersubsidi Naik, Pengamat: Harus Ditunda dan Tingkatkan Produksi Migas dalam Negeri

27 August 2022 14:36

Pemerintah hingga kini terus melakukan kalkulasi dan pembahasan kebijakan BBM subsidi termasuk opsi kenaikan harga BBM. Pengamat energi, Kurtubi mengatakan kenaikan harga BBM harus dituda terlebih dahulu serta produksi migas dalam negeri harus ditingkatkan. Kurtubi Menyarankan agar pemerintah berinovasi dan membenahi pengelolaan sumber daya energi batu bara yang belum sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

"Saran saya cari inovasi, itu pengelolaan sumber daya energi batu bara, yang sekarang ini belum sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, itu dibenahi sehingga pengelolaan sumber daya energi batu bara ini sesuai Pasal 33. Dimana penerimaan negara dari penambangan batubara harus lebih besar dari pada keuntungan persis yang diperoleh para penambang batu bara", ujar Pengamat energi, Kurtubi, Jakarta, Sabtu (27/8/2022).

Menkeu merinci subsidi BBM tidak hanya diberikan kepada jenis solar dan pertalite tapi juga diberikan kepada jenis pertamax. Anggaran subsidi pertalite sebesar Rp93,5 triliun, 80 persen dinikmati oleh orang mampu dan 60 persen diantaranya orang yang sangat kaya.  Sementara itu Pertamax mendapatkan subsidi Rp4.800 per liter dari pemerintah yang penggunanya orang mampu. 

Berdasarkan hitungan pemerintah, rata-rata konsumsi pertalite dan solar 2,4-2,5 juta kilo liter per bulan. Pemerintah memprediksi, kuota pertalite akan habis pada Oktober 2022. Jika hal ini dibiarkan, maka pemerintah harus menambah anggaran subsidi lebih dari Rp195 triliun.