17 October 2022 09:56
Pengakuan baru Ferdy Sambo mengenai kejadian pembunuhan berencana yang dilakukan terhadap Brigadir J berbeda dari beberapa waktu lalu. Mantan Kadiv Propam Polri itu mengklaim tak pernah memerintahkan Richard Eliezer untuk membunuh, namun perintah kepada Eliezer adalah menghajar Yosua. Pernyataan manuver Ferdy Sambo itu memantik tanya karena tidak sesuai dengan keterangan sebelumnya dan rekonstruksi.
Menurut Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Nelson Simanjuntak, pihaknya siap membantah dan ia siap mengeluarkan lebih dari 10 alat bukti dan penyataan dari 100 lebih saksi untuk membuktikan kejadian tersebut.
"Kalau kawan-kawan seberang sana (pihak Ferdy Sambo) mempunyai dua alat bukti, yang membuktikan itu bukan (perintah) tembak, kami dari awal sudah mempersiapkan bukti-buktinya" ujar Nelson.