18 October 2022 12:20
Setelah mendengar kesediaan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E untuk mengeksekusi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo lalu meminta Bharada E untuk mengisi amunisi pada managize senjata api merk Glock 17 Nomor seri MPY 851 miliknya. Saat itu amunisi managize milik Bharada E berisi tujuh butir peluru ukuran 9 mm, ditambah delapan butir peluru dengan ukuran yang sama
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan, Ferdy Sambo memanggil Bharada E dan menceritakan perihal kabar sepihak soal pelecehan istrinya, Putri Candrawathi, oleh Brigadir J. Ferdy Sambo pun menanyakan kesiapan Bharada E menembak Brigadir J.
Kasus itu bermula ketika terjadi keributan di rumah Magelang. Keributan itu terjadi antara Brigadir J dengan Kuat Ma'ruf. Kuat merupakan sopir istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E diminta atasannya, Ferdy Sambo, menambah amunisi senjata untuk menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ini dilakukan setelah Bharada E menyatakan kesiapannya saat diminta Ferdy Sambo menembak Brigadir J.