24 June 2022 14:35
Di antara tiga tokoh yang Rakernas 2022 Partai NasDem rekomendasikan sebagai kandidat bakal capres 2024, Anies Baswedan dinilai sebagai pilihan paling aman dan rasional bagi Partai NasDem. Namun sebelumnya ada tantangan yang harus diselesaikan segera.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno dalam Metro Siang, Jumat (24/6/2022). Tantangan besar untuk memperbesar peluang Anies Baswedan dalam Pilpres 2024, disebutnya adalah basis konstiteun NasDem-PKS-PD yang adalah dampak polarisasi dalam Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.
"Basis konstiten harus disamakan sebab selama ini tidak terlalu ketemu. Terutama untuk kepentiang politik electoral. Basis konstituen Partai NasDem cenderung ke Ganjar Pranowo dibanding Anies Baswedan," ujarnya.
Meski nama Ganjar Pranomo ada dalam rekomendasi kandidat bakal capres, tetapi Partai NasDem akan kehilangan relevansi sebab yang dicapreskannya adalah kader PDIP. Sementara pihak PDIP sejak jauh hari menegaskan tidak bersedia menerima Partai Demokrat dan PKS sebagai mitra koalisinya dalam Pilpres 2024.
"Ada risiko resistensi politik dari PDIP," sambung Adi Prayitno.
Bila yang diusung adalah Andhika Perkasa, menurutnya risiko yang dihadapi Partai NasDem adalah hujan kritikan karena si bakal capres masih aktif sebagai Panglima TNI. Bahkan institusi TNI boleh jadi akan dicurigai tidak bertindak netral dalam Pilpres 2024.
Selain meyakinkan basis konstituen, Adi Prayitno tidak melihat Partai NasDem kesulitan menawarkan Anies Baswedan ke daerah dan parpol calon mitra koalisi. Ini karena Anies Baswedan bukan kader parpol dan relatif tidak memiliki hambatan psikologis politik.
Terbukti setelah nama Anies Baswedan diumumkan sebagai kandidat bakal capres, PKS dan PD mendekati Partai NasDem. Dua parpol yang ingin mengakhiri dominasi politik PDIP dalam dua pileg dan pilpres terakhir ini melihat Anies Baswedan adalah kandidat yang bisa menyatukan partai-partai politik di luar koalisi pemerintah.
"Secara terbuka ini akan membuka front politik NasDem vs PDIP dan parpol koalisi pemerintahan yang cenderung tidak ingin Anies Baswedan ikut Pilpres 2024," sambung Adi Prayitno.