NEWSTICKER

Gestur Susi Peluk Putri dan Cium Tangan Sambo, Pakar: Relasi Kuasa Masih Ada

8 November 2022 15:39

Pakar Hukum Pidana Jamin Ginting mengatakan, gestur yang ditampilkan Susi dengan memeluk Putri Candrawathi dan mencium tangan Ferdy Sambo merupakan hal yang tidak lazim dalam persidangan. Hal ini juga mencerminkan masih adanya relasi kuasa antara Susi dengan terdakwa.

"Kelihatannya masih ada relasi kuasa, ini hal yang tidak lazim seorang saksi mendatangi, memeluk dan mencium tangan dari terdakwa seharusnya ini bisa dihindarkan. Jadi, dari pandangan hakim dan juga jaksa kelihatannya dia masih berada di bawah relasi kuasa dari pada terdakwa," ujar pakar hukum pidana Jamin Ginting, dalam Newsline Metro TV, Selasa (8/11/2022). 

Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro mengatakan tuduhan dari kuasa hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo mengenai Brigadir J memiliki kepribadian ganda merupakan tuduhan yang kejam.

"Almarhum ini sudah dibunuh, tewas mengenaskan dan masih juga difitnah memiliki kepribadian ganda. Menurut saya, ini sangat kejam sekali adanya tuduhan-tuduhan seperti ini yang tidak mendasar," ujar Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro.

Yonathan Baskoro juga menambahkan, inkonsistensi keterangan yang disampaikan oleh para saksi menjadi pertimbangan Majelis Hakim untuk mengambil keputusan.

"Inkonsistensi yang disampaikan oleh para saksi, menurut saya hakim dan kita semua bisa menilai ada apa sampai keterangan saksi ini berubah-ubah. Saya juga meyakini meskipun Majelis Hakim belum mengambil keputusan, tetapi Majelis Hakim sudah mempunyai penilaian untuk mengambil keputusan," sambungnya.

Sebelumnya, sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan Putri Candrawathi kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Agenda persidangan menghadirkan 12 saksi. Namun hanya 10 saksi yang hadir di persidangan, mulai dari Asisten Rumah Tangga (ART) hingga Ajudan Ferdy Sambo.