NEWSTICKER

Penyandang Tunanetra Lulus Kuliah dengan Predikat Sumacumlaude

28 August 2022 22:00

Rayhan Naufaldi Hidayat penyandang tunanetra yang mengalami kebutaan sejak kelas kelas 6 SD. Ia terkena tipes dan Guillain-Barre Syndrome (GBS). Penyakit langka ini mengganggu sistem imun dan menyerang saraf. Sindrom GBS di antaranya membuat Rayhan sempat lumpuh dan harus diterapi selama 6 bulan sambil menempuh awal kelas 7 di Madrasah Pembangunan, Tangerang Selatan. Ketika sudah bisa kembali berjalan, saraf penglihatannya mengecil, sehingga ia mengalami buta total. Meski mengalami kebutaan, Rayhan tetap bersekolah di sekolah biasa. Rayhan terus menorehkan prestasinya saat masih sekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi berkat dukungan orang tua, saudara dan teman-temannya. 

Kondisi kebutaan yang dialaminya, tidak membuatnya menyerah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dari S1 hingga S2. Rayhan, penyandang tuna netra yang baru saja lulus dari Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 berhasil menyandang predikat lulusan dengan nilai kehormatan tertinggi. Kini Rayhan diterima melanjutkan studinya di program S2 Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. 

Rayhan yang dikenal ramah oleh sahabat-sahabatnya selalu memberikan motivasi dan inovasi. Ia juga terkenal aktif dalam sejumlah kegiatan kemahasiswaan dan penulisan jurnal ilmiah di kampusnya. Kebutaan tidak menghalangi seseorang mengejar mimpinya meraih sukses menjadi bintang, Rayhan bercita-cita kelak bisa menjadi ahli hukum.