2 October 2026 21:54
Masyarakat di Maluku Utara secara sukarela menyerahkan puluhan senjata api, ribuan butir amunisi, serta sejumlah bahan peledak kepada Komando Resor Militer (Korem) 152/Baabullah.
Barang bukti yang diserahkan secara swadaya tersebut mencakup 75 pucuk senjata api, 1.069 butir amunisi, dan sejumlah bahan peledak. Dari total senjata yang diterima, sebanyak 15 pucuk merupakan senjata api standar berupa laras panjang dan pistol, sedangkan 60 pucuk sisanya merupakan senjata rakitan.
Sebagian besar barang berbahaya tersebut merupakan peninggalan konflik horizontal tahun 1999, peninggalan era VOC, serta senjata organik yang masuk secara ilegal melalui jalur laut dari Filipina.
"Senjata ini mungkin salah satunya sisa-sisa konflik tahun 1999-2000, kenapa pada masanya seperti itu, namun sekarang sudah tidak ada lagi konflik seperti itu. Dan juga Maluku Utara ini termasuk daerah yang krusial karena perbatasan langsung dia dengan Filipina, jadi dulu banyak (penyelundupan),” ujar Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto dalam tayangan Top News Metro TV, Jumat, 2 Oktober 2026.
Mengingat situasi di Maluku Utara saat ini telah kondusif, pihak Korem 152/Baabullah mengimbau masyarakat yang masih menyimpan senjata api, amunisi, maupun bahan peledak secara ilegal agar segera menyerahkannya kepada aparat keamanan.