Menembus Bangkai Kapal, Perjuangan Tim SAR Mencari Korban Virgo Transport 8

Metro TV • 29 September 2026 15:35

Jakarta: Operasi pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 diperpanjang selama tujuh hari. Keputusan tersebut diambil setelah operasi memasuki hari ke-14, sementara 69 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan perpanjangan operasi akan terus dievaluasi secara berkala.

"Pelaksanaan operasi yang sudah memasuki hari ke-14. Dan kami putuskan mungkin akan kami perpanjang lagi sampai dengan tujuh hari ke depan, tapi akan kita evaluasi setiap tiga hari," ujar Yudhi.

Berdasarkan rekap per 27 September 2026 siang hingga sore, dari 243 orang dalam manifes, sebanyak 174 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 66 orang meninggal dunia, sedangkan 69 orang lainnya masih dalam pencarian.
 

 

Pencarian Bergeser ke Dalam Bangkai Kapal

Dalam perkembangannya, strategi pencarian korban mengalami perubahan. Tim SAR yang sebelumnya lebih banyak melakukan pencarian di permukaan kini memusatkan upaya pada bagian dalam bangkai kapal.

Perubahan strategi dilakukan setelah tim penyelam menemukan korban di dalam bangkai kapal. Pada 20 September, satu korban ditemukan di dalam bangkai kapal, kemudian lima korban dievakuasi pada 21 September dan tiga korban lainnya pada 22 September.

Pada 24–25 September, sebanyak 10 korban kembali dievakuasi. Jumlah korban yang ditemukan kemudian mencapai 160 orang dan terus bertambah menjadi 172 orang pada 26 September. Pencarian di dalam bangkai kapal bukan tanpa risiko. Tim harus menghadapi arus bawah laut yang kuat, kondisi bangkai kapal yang tidak stabil, serta akses masuk yang sulit.

Selain itu, terdapat risiko biologis dari kondisi korban yang berada di dalam bangkai kapal. Petugas penyelam juga harus memperhitungkan risiko dekompresi selama menjalankan operasi. Hingga tahap ini, sebanyak 54 personel dari tim SAR dan TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.

Setiap korban yang ditemukan akan melalui proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Proses tersebut dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem.

Sejumlah unit DVI Polri disiagakan untuk mendukung proses identifikasi, yakni DVI Polda Kalimantan Selatan, DVI Polda Jawa Timur, dan DVI Pusdokkes Mabes Polri.

Setelah identitas korban berhasil dipastikan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, operasi pencarian masih dilanjutkan selama tujuh hari ke depan dan akan dievaluasi setiap tiga hari, dengan fokus pencarian yang semakin diarahkan ke bagian dalam bangkai kapal.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X