25 September 2026 08:06
Solok: Kepala BNPB Suharyanto menargetkan penanganan darurat banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, rampung dalam 14 hari agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dimulai.
Suharyanto mengatakan pemerintah pusat memenuhi kebutuhan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Solok selama masa tanggap darurat, mulai dari alat berat, rock breaker, logistik, hingga obat-obatan.
“Ada beberapa yang diminta di tanggap darurat 14 hari, tentu saja atas izin Pak Menko Pratikno semuanya kita penuhi ya. Kebutuhan alat berat, kemudian juga ada rock breaker, kebutuhan logistik buat masyarakat, obat-obatan,” kata Suharyanto saat meninjau penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Solok bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kamis, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Jumat 25 September 2026.
Menurut Suharyanto, masa tanggap darurat tidak boleh berlangsung terlalu lama. Pemerintah menargetkan persoalan yang berkaitan dengan warga terdampak dan korban yang masih hilang dapat dituntaskan dalam waktu 14 hari.
“Tapi dari Pak Menko dan kami juga tadi menekankan tanggap darurat jangan lama-lama. 14 hari itu sudah lama,” ujarnya.
Suharyanto menyebut kondisi di lapangan memang berat. Namun, pemerintah tetap meminta penanganan terhadap pengungsi, masyarakat terdampak, serta pencarian korban hilang dapat diselesaikan dalam batas waktu tersebut.
“Dengan kondisi di lapangan meskipun berat ya, tapi dalam waktu 14 hari diminta untuk permasalahan-permasalahan yang menyangkut manusia, pengungsi, masyarakat terdampak, yang dicari masih hilang itu semuanya sudah selesai,” kata Suharyanto.
Setelah penanganan darurat selesai, pemerintah akan masuk ke tahap transisi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam rapat koordinasi di posko, Pemerintah Kabupaten Solok melaporkan 44 rumah rusak, terdiri dari 11 rumah rusak berat serta 33 rumah rusak sedang dan ringan. Operasi pencarian korban hilang juga terus dilakukan dengan melibatkan anjing pelacak K9.