Dubes RI Apresiasi Layanan Fast Track Arab Saudi

23 April 2026 19:25

Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Arab Saudi atas penerapan layanan fast track atau Makkah Route yang terbukti efektif mempercepat proses kedatangan jemaah haji di Tanah Suci. Layanan ini dinilai menjadi solusi strategis dalam memangkas antrean panjang di bandara serta menyederhanakan prosedur keimigrasian, sehingga jemaah dapat merasa lebih nyaman saat tiba di tujuan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyatakan bahwa fasilitas ini sangat membantu kelancaran arus kedatangan jemaah haji Indonesia. Meskipun saat ini baru separuh dari total jemaah yang bisa menikmati fasilitas tersebut, pemerintah optimis bahwa cakupan layanan ini akan terus meluas di tahun-tahun mendatang agar seluruh jemaah Indonesia mendapatkan pengalaman serupa.

"Kami sampaikan terima kasih kepada pemerintah Saudi yang telah memungkinkan kita menyalurkan proses-proses keimigrasian dengan cepat melalui fast track. Dan kita berharap nanti selanjutnya seluruh jemaah diperlakukan seperti ini. Kalau sekarang mungkin masih separuhnya, ke depan insyaallah kita berharap semua jemaah mengalami proses-proses seperti ini," ungkap Abdul Aziz Ahmad dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis 23 April 2026. 

Kemudahan Akses Lewat Kartu Nusuk

Selain efisiensi di bandara, terobosan berupa distribusi kartu Nusuk yang sudah dilakukan sejak dari tanah air juga menjadi sorotan positif. Kebijakan ini dinilai sangat mempermudah akses layanan dan mendukung kelancaran rangkaian ibadah jemaah selama berada di Arab Saudi. Menurut Abdul Aziz, pembagian kartu sejak di Indonesia memberikan ketenangan bagi jemaah karena mereka sudah memiliki akses legalitas yang diperlukan untuk beribadah sebagaimana yang diharapkan.

Kesigapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di daerah kerja bandara juga memastikan proses transisi jemaah berjalan tanpa hambatan. Setibanya di Madinah Al-Munawwarah, jemaah langsung mendapatkan pelayanan terpadu dan diantar menuju hotel untuk menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Untuk memastikan koordinasi berjalan efektif, pemerintah telah menyiapkan akomodasi secara optimal dengan menempatkan setiap kloter dalam satu hotel yang sama.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)