Korps Marinir TNI Angkatan Laut resmi melakukan pergantian tujuh jabatan strategis melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin oleh Panglima Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, di Graha Aminullah Ibrahim Satria Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.
Sertijab dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor Kep/1147/V/2026, Kep/1248/V/2026, dan Kep/1234/VI/2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan, penanggalan dan penyematan tanda pangkat serta jabatan, penyerahan tongkat komando dan lambang kesatuan, hingga penandatanganan pakta integritas dan naskah berita acara serah terima jabatan.
Tujuh jabatan yang diserahterimakan meliputi Komandan Brigade Infanteri 4
Marinir/BS, Komandan Detasemen Jala Mangkara (Dandentjaka), Kepala Dinas Provos Korps Marinir, Kepala Dinas Kesehatan Korps Marinir, Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan Korps Marinir, Kepala Dinas Teritorial Korps Marinir, serta Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Korps Marinir.
Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, mengatakan pergantian jabatan merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menghadirkan pembaruan.
"Para pemimpin ini harus adanya
regenerasi, adanya pembaharuan, adanya harapan. Diharapkan dengan para pemimpin yang baru ini, pertama bisa meneruskan apa yang sudah dibangun oleh pemimpin yang sebelumnya. Yang kedua, adanya regenerasi yang membawa kebaikan baik buat Korps Marinir itu sendiri maupun buat satuan yang mereka pimpin ini," ujar Endi dalam tayangan
Headline News Metro TV, Rabu 1 Juli 2026.
Ia menambahkan, para pemimpin Korps Marinir harus mampu menghadapi berbagai tantangan dengan karakter yang tangguh, kokoh, hebat, dan adaptif.
"Dengan adanya validasi tentunya harus tangguh, harus kokoh, harus hebat, harus adaptif," katanya.