Trump Paksa Kesepakatan Harus Sesuai Keinginannya

1 June 2026 17:04

Menteri Perang Amerika Serikat mengklaim terus berupaya mencapai sebuah kesepakatan besar dengan Iran. Namun hingga kini Amerika Serikat masih melancarkan serangan dan ancaman ke Iran.

Pete Hegseth menyebut bahwa Donald Trump hanya akan menandatangani kesepakatan jika dinilai menguntungkan bagi Amerika Serikat. Hegseth pun mengancam bahwa Amerika Serikat tetap akan kembali berperang jika diperlukan dan mengklaim militer Amerika Serikat jauh lebih kuat. 

“Kami sedang memperkuat basis industri pertahanan kami sehingga dalam waktu dekat kami dapat memproduksi amunisi dua, tiga, bahkan empat kali lebih banyak, guna memastikan seluruh rencana kami di seluruh dunia didanai dengan baik. Kemampuan kami untuk kembali melakukan tindakan militer jika diperlukan sangat memadai.” kata Menteri Perang AS, Pete Hegseth, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Senin, 1 Juni 2026.
 

Baca juga: Menlu Iran Sebut Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Belum Ada Kesimpulan


Namun analisis baru dari Center for Strategic and International Studies atau CSIS di Washington mengungkapkan bahwa persediaan amunisi utama Amerika Serikat telah berkurang hingga ke tingkat yang sangat kritis akibat agresi ke Iran. 

Butuh waktu sedikitnya tiga tahun untuk memulihkan persediaan tiga sistem utama yakni rudal jelajah Tomahawk, rudal Patriot, dan pencegat THAAD. Permintaan dari Ukraina dan sekutu Amerika Serikat lainnya disebut mempersulit upaya pemulihan.

Menurut laporan tersebut, Amerika Serikat telah menembakkan ribuan rudal Tomahawk ke Iran dan diperkirakan butuh waktu hingga akhir tahun 2030 untuk sepenuhnya memulihkan inventaris seperti sebelumnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan belum ada kesepakatan final yang tercapai dan fokus Iran saat ini adalah agar agresi Amerika Serikat-Zionis berakhir total. Iran juga membantah pemirsa bahwa soal isu nuklir yang disebut termasuk dalam poin negosiasi.

“Mengenai kesepahaman yang saya sebutkan, saat saya berbicara dengan Anda sekarang tentu saja pertukaran pesan masih terus berlangsung, namun kesepakatan final belum tercapai. Terkait poin-poin lain yang juga telah disinggung, misalnya isu nuklir, saya kembali menegaskan bahwa pada tahap ini fokus kami adalah mengakhiri perang. Karena itu, saat ini kami belum membahas rincian terkait isu nuklir tersebut.” ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.

(Nopita Dewi)