Memasuki periode libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), lonjakan pergerakan penumpang terjadi secara signifikan di sejumlah titik. Terminal Purabaya di Sidoarjo dan Pelabuhan Merak di Banten melaporkan kenaikan volume penumpang yang cukup drastis dibandingkan hari biasa.
Puncak Arus di Terminal Purabaya Sidoarjo Terjadi pada 24 Desember
Puncak arus mudik di
Terminal Purabaya, Jawa Timur, dilaporkan terjadi pada Selasa, 24 Desember 2025. Berdasarkan data lapangan, jumlah penumpang yang berangkat maupun tiba melalui terminal ini mencapai hampir 50.000 orang dalam sehari.
Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan hari normal yang biasanya hanya berkisar di angka 20.000 hingga 30.000 penumpang. Tren kenaikan mulai terlihat sejak 22 Desember dengan jumlah penumpang tercatat mencapai 31.200 orang, disusul 37.000 penumpang pada 23 Desember.
Kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Denpasar menjadi tujuan favorit untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sementara untuk jalur dalam provinsi (AKDP), penumpang didominasi tujuan Kediri, Madiun, Malang, dan Banyuwangi.
Volume Kendaraan di Pelabuhan Merak Naik 12,6 Persen
Sementara itu, di ujung barat Pulau Jawa,
Pelabuhan Merak, Banten, juga mengalami situasi serupa. Kendaraan pribadi dan bus terpantau mendominasi area penyeberangan menuju Pulau Sumatra.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 35.000 penumpang telah menyeberang ke Sumatra, naik 1,8?ri tahun lalu. Lonjakan paling mencolok terlihat pada volume kendaraan yang mencapai sekitar 8.700 unit, atau meningkat 12,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pelabuhan, PT
ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan sejumlah strategi yakni menerapkan delaying system dengan menyediakan buffer zone kendaraan di rest area KM 43 dan KM 68 untuk mencegah penumpukan di pelabuhan.
Selain itu pihak ASDP juga mengoperasikan kapal berkapasitas besar untuk memaksimalkan kapasitas angkut. Demi kenyamanan para penumpang, disediakan pula toilet portable, serta pemasangan travelator bagi pejalan kaki.
ASDP juga memberikan diskon tarif hingga 19 persen dari total tarif bagi 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan selama periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, langkah ini merupakan wujud sinergi ASDP dengan Pemerintah untuk memberikan stimulus langsung kepada masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.