Tim Penyelam Disiagakan Cari Korban KM Virgo Transport 8

16 September 2026 22:12

Banjarmasin: Tim penyelam masih bersiaga untuk melakukan pencarian korban yang kemungkinan berada di dalam KM Virgo Transport 8. Namun, penyelaman belum dapat dilakukan karena kondisi kapal yang masih terbalik dan belum stabil di perairan Laut Jawa.

Pendiri Indonesia Divers Rescue Team (IDRT), Bayu Wardoyo, mengatakan tim penyelam masih menunggu kondisi kapal hingga benar-benar berada di dasar laut dan tidak lagi bergerak. Kondisi tersebut dinilai penting untuk memastikan keselamatan penyelam saat memasuki badan kapal.

Kapal Masih Belum Stabil

Bayu menjelaskan posisi KM Virgo Transport 8 saat ini belum sepenuhnya tenggelam. Kapal masih berpotensi mengalami drifting, bergeser, atau berguling sehingga belum memungkinkan penyelam menjangkau badan kapal.

"Posisi kapal ini masih belum stabil, jadi posisinya ini belum sepenuhnya tenggelam, jadi masih ada kemungkinan drifting, masih akan bergerak," ujar Bayu dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu 16 September 2026.

Menurutnya, tim harus menunggu hingga kapal berada di dasar laut dan posisinya tidak lagi berpindah maupun berguling.

"Ketika posisi kapal ini belum stabil di bawah air ini akan membahayakan tim penyelam kalau kita memasuki lambung kapal," katanya.

Kedalaman Laut Jawa 30-40 Meter

Selain kondisi kapal, faktor cuaca dan keadaan perairan juga menjadi pertimbangan dalam operasi penyelaman. Bayu menyebut operasi SAR bawah air memiliki risiko yang cukup tinggi sehingga penyelaman perlu menunggu kondisi permukaan air yang lebih kondusif.

Meski demikian, kedalaman lokasi kapal dinilai masih dapat dijangkau oleh penyelam.

"Dasar lautnya ini memang tidak terlalu dalam, jadi sekitar 30 sampai 40 meter di mana masih sangat terjangkau oleh tim penyelam kami," jelas Bayu.

Namun, dasar laut yang sebagian besar berpasir dan berlumpur berpotensi membuat jarak pandang di bawah air terbatas. Bayu memperkirakan visibility hanya sekitar 3 hingga 5 meter berdasarkan pengalaman penyelaman sebelumnya.

Pencarian Dilakukan Bertahap

Sesuai rencana operasi SAR, pencarian dalam beberapa hari terakhir masih difokuskan di permukaan untuk mencari kemungkinan korban yang masih hanyut atau berada di permukaan laut.

“Sesuai rencana operasi SAR untuk beberapa hari ini akan difokuskan untuk pencarian di permukaan atau surface searching di mana mungkin masih ada yang hanyut, masih ada yang apa namanya di permukaan. Namun setelah kami memang bisa memasuki kapal ini, seperti yang tadi saya sudah sampaikan, kami juga meyakini masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kapal,” katanya.

Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena tim harus memastikan kondisi di sekitar kapal terlebih dahulu.

"Kita akan coba lihat dulu ketika memang ini dimungkinkan untuk kita mulai memasuki badan kapal, baru nanti kita secara sistematik kita akan menyisir pelan-pelan," ujar Bayu.

Assessment Sebelum Masuk Kapal

Menurut Bayu, penyelam juga perlu mengantisipasi adanya barang-barang yang hanyut serta sisa bahan bakar. Hal ini menjadi perhatian karena KM Virgo Transport 8 juga mengangkut kendaraan.

"Jadi mungkin akan ada sisa bensin atau solar dan ini akan kita perlu lakukan penyelaman assessment dulu," katanya.

Setelah assessment dilakukan dan kondisi dinilai aman, penyelam baru akan menyisir bagian dalam kapal secara bertahap. Proses ini dinilai tidak mudah karena ukuran kapal cukup besar dan memiliki banyak ruang serta palka.

Kerahkan Penyelam Berkualifikasi Khusus

Bayu mengatakan operasi pencarian di dalam KM Virgo Transport 8 membutuhkan kemampuan khusus. IDRT akan mengerahkan penyelam yang memiliki pengalaman dan kualifikasi untuk melakukan penyelaman dalam serta penetrasi.

"Kami dari IDRT akan mengerahkan tim yang memang sudah memiliki pengalaman dan kualifikasi untuk melakukan penyelaman dalam dan penyelaman penetrasi," tutur Bayu.

Tim tersebut juga memiliki kualifikasi technical diver yang memungkinkan penyelam melakukan penyelaman lebih dalam dan lebih lama dibandingkan penyelaman rekreasi biasa.

Sejumlah penyelam juga memiliki kualifikasi wreck penetration dan cave diving yang dinilai dapat membantu ketika harus masuk ke bagian dalam kapal.

Tim Masih Standby di Banjarmasin

Bayu mengatakan tim IDRT saat ini masih dalam posisi standby. Tim BSG atau Basarnas Special Group juga telah berada di Banjarmasin.

"Ini kami dalam posisi standby dan mitra kami tim BSG atau Basarnas Special Group sudah berada di Banjarmasin," katanya.

Namun, tim masih menunggu komando hingga kondisi kapal dinyatakan aman untuk dilakukan penyelaman.

Kapal Stabil Jadi Kondisi Ideal

Bayu menyebut kondisi paling ideal untuk penyelaman adalah ketika KM Virgo Transport 8 sudah berada di dasar laut dan tidak lagi bergerak.

"Bagi kami kondisi yang paling ideal adalah kapal ini sudah berada di dasar laut dan posisinya sudah tidak bergerak, baik itu dia bergeser atau dia rolling," jelasnya.

Menurutnya, kapal yang masih bergerak dapat menyulitkan penyelam ketika harus masuk dan keluar dari bagian dalam kapal.

"Kalau kapal ini bergerak atau kapal ini mengalami rolling, kami akan kesulitan untuk menemukan jalan keluar dan ini bisa fatal akibatnya," pungkas Bayu.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X