Unik! Kadal Ini Bisa Menyemprotkan Darah dari Matanya-Serius Ini Hewan?

31 August 2026 16:12

Jakarta: Bayangkan ada seekor kadal yang ketika merasa terancam justru menyemprotkan darah dari matanya ke arah predator. Kemampuan unik tersebut benar-benar dimiliki horned lizard, kelompok kadal dari genus Phrynosoma yang memiliki mekanisme pertahanan diri tidak biasa.

Melansir Live Science, beberapa spesies horned lizard mampu menyemprotkan darah dari area sekitar mata ketika menghadapi ancaman. Kemampuan ini menjadi salah satu strategi pertahanan yang membantu mereka meloloskan diri dari predator.

Horned lizard dikenal memiliki tubuh yang pipih, kepala lebar, serta tanduk yang menonjol di bagian kepala. Ciri fisik tersebut menjadi salah satu alasan hewan ini mendapatkan nama horned lizard atau kadal bertanduk. Genus Phrynosoma terdiri dari beberapa spesies yang tersebar di Amerika Utara dan umumnya ditemukan di wilayah dengan kondisi kering atau semi-kering.
 

 

Fakta Menarik Horned Lizard

1. Bisa Menyemprotkan Darah dari Mata

Kemampuan menyemprotkan darah merupakan salah satu mekanisme pertahanan horned lizard. Setidaknya, delapan spesies horned lizard diketahui memiliki kemampuan untuk mengeluarkan darah dari area sekitar mata. Darah tersebut dapat disemprotkan ke arah predator dengan jarak hingga sekitar 1,5 meter.

Mekanisme tersebut terjadi melalui perubahan aliran darah pada bagian kepala. Ketika berada dalam kondisi terancam, horned lizard dapat membatasi aliran darah yang meninggalkan bagian kepala. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah meningkat pada pembuluh darah di sekitar mata.

Peningkatan tekanan tersebut kemudian dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di sekitar mata pecah. Darah yang keluar selanjutnya diarahkan melalui area mata menuju predator. Mekanisme pengeluaran darah sebagai bentuk pertahanan diri ini dikenal sebagai autohaemorrhaging.

2. Punya Cara Lain untuk Melindungi Diri

Kemampuan tersebut bukan satu-satunya strategi pertahanan yang dimiliki horned lizard. Kadal ini juga mengandalkan kamuflase untuk menghindari perhatian predator. Bentuk dan warna tubuhnya dapat membantu menyamarkan keberadaannya dengan lingkungan sekitar.

Ketika menghadapi ancaman, horned lizard juga dapat mengubah perilakunya. Beberapa di antaranya dapat berlari dalam jarak pendek dan kemudian berhenti secara tiba-tiba. Strategi lainnya adalah menggembungkan tubuh sehingga ukurannya terlihat lebih besar dan lebih sulit bagi predator untuk menelannya.

Jika strategi tersebut tidak berhasil, penyemprotan darah dapat menjadi salah satu bentuk pertahanan yang digunakan oleh spesies tertentu. Darah yang dikeluarkan dari area mata juga memiliki karakteristik yang dapat memengaruhi predator tertentu.

3. Darahnya Bisa Mengganggu Predator

Pada predator dari kelompok anjing, darah horned lizard dilaporkan memiliki rasa yang tidak menyenangkan. Kondisi tersebut dapat membuat predator menghentikan atau mengurangi upaya untuk memangsa kadal tersebut. Live Science menyebut mekanisme ini terutama efektif terhadap predator seperti anjing, rubah, dan koyote.

Namun, mekanisme pertahanan ini tidak memberikan efek yang sama terhadap semua jenis predator. Burung pemangsa, misalnya, tidak terpengaruh dengan cara yang sama oleh darah tersebut.

Nah, horned lizard menunjukkan bahwa hewan memiliki berbagai cara unik untuk bertahan hidup di alam. Mulai dari kamuflase, menggembungkan tubuh, hingga menyemprotkan darah dari mata, setiap mekanisme tersebut menjadi bagian dari strategi mereka untuk menghadapi predator dan bertahan di habitatnya.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Titik Nurmalasari)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X