Musim Dingin & Blokade Zionis, ISPA Mengintai Gaza

2 February 2026 01:59

Musim dingin ekstrem di tengah blokade yang tak berkesudahan menciptakan ancaman kematian baru bagi warga Palestina di Jalur Gaza. Relawan Emergency Medical Team (EMT) 12 MER-C Indonesia, dr. Ni Nyoman Indirawati, melaporkan bahwa infeksi saluran pernapasan kini menjadi wabah serius di RS Syuhada Al-Aqsa, Deir al-Balah.

Melaporkan langsung dari Gaza Tengah, dr. Indira menyebutkan lebih dari 80 persen pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga ICU, menderita infeksi saluran pernapasan akut atau pneumonia.

"Banyak sekali penyakit muncul selama musim dingin (winter season) ini. Di ICU sendiri, saya menangani 9 pasien sejak awal Januari. Lima di antaranya meninggal dunia, dan empat masih dalam perawatan intensif," ungkap dr. Indira.

Fasilitas Kesehatan Kolaps

Lonjakan kasus ini diperparah oleh kondisi pengungsian yang tidak layak. Ribuan warga tinggal di tenda tipis dengan suhu yang bisa turun di bawah 10 derajat Celcius, ditambah kondisi gizi buruk.

Akibatnya, rumah sakit mengalami kelebihan kapasitas yang ekstrem. Tingkat keterisian tempat tidur melonjak 3 hingga 4 kali lipat dari kapasitas normal.

"Kami kehabisan obat-obatan. Di Indonesia kita bisa beri antibiotik beragam, di sini sangat terbatas. Bahkan reagen untuk cek darah rutin (sel darah putih) sering habis. Reagen yang ada pun banyak yang kedaluwarsa sehingga hasilnya negatif palsu," jelasnya.

Atas kondisi kritis ini, Tim MER-C Indonesia mendesak pihak-pihak yang berwenang untuk segera membuka akses perbatasan seluas-luasnya, khusus untuk suplai obat-obatan dan fasilitas medis yang kini menjadi kebutuhan primer selain pangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)