2 March 2026 22:35
Ustadz Das'ad Latif membagikan sebuah kisah haru tentang kerinduan mendalam seorang sahabat kepada Nabi Muhammad SAW. Kisah ini menjadi pengingat yang indah bagi umat Islam tentang bagaimana wujud nyata mencintai Rasulullah di masa kini.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Das'ad Latif menceritakan kisah Tsauban, seorang mantan hamba sahaya yang telah dimerdekakan. Saking besarnya rasa cinta kepada Sang Nabi, Tsauban rutin duduk berjam-jam di depan pintu hanya untuk menatap wajah dan menunggu arahan Rasulullah. Suatu ketika, wajah Tsauban tampak sangat pucat karena bersedih membayangkan bagaimana nasibnya jika kelak ia tidak bisa lagi melihat utusan Allah tersebut di akhirat.
Mendengar kegelisahan itu, Rasulullah terharu dan menenangkannya seraya berjanji bahwa mereka akan selalu bersama hingga ke surga. Mendapat jaminan tersebut, Tsauban langsung bersujud syukur dan berdoa agar kelak di akhirat ia tetap diizinkan menjadi pelayan Rasulullah.
Berangkat dari kisah teladan tersebut, Ustadz Das'ad Latif mengingatkan bahwa umat Islam saat ini tidak bisa lagi menunggu di depan pintu atau menatap fisik Nabi. Oleh karena itu, wujud cinta tertinggi kepada Rasulullah di masa kini adalah dengan memperbanyak lantunan selawat.
Sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah SWT, umat Islam sangat dianjurkan untuk terus membasahi lisan dengan selawat di setiap kesempatan, terutama saat beriktikaf maupun sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.