Memahami Istilah Populer Ramadan, dari Takjil hingga Ngabuburit-Jadi Lebih Paham

M Sholahadhin Azhar • 19 February 2026 16:29

Jakarta: Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga menghadirkan berbagai istilah khas yang sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa istilah bahkan sudah sangat melekat dalam budaya Ramadan di Indonesia, seperti takjil dan ngabuburit. Meski sering digunakan, tidak semua orang memahami asal-usul serta makna sebenarnya dari istilah tersebut.
 

 

Takjil: Sajian Ringan untuk Berbuka

Istilah takjil berasal dari kata dalam bahasa Arab ajila yang berarti mempercepat. Dalam konteks ibadah puasa, makna ini merujuk pada anjuran untuk segera berbuka ketika waktu Maghrib tiba. Namun dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia, takjil lebih dikenal sebagai makanan atau minuman ringan yang disajikan saat berbuka puasa.

Takjil biasanya dijual di berbagai tempat, terutama di pinggir jalan menjelang waktu berbuka. Aneka hidangan seperti kolak, gorengan, kurma, hingga minuman manis menjadi pilihan favorit masyarakat. Menariknya, tradisi berburu takjil tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, tetapi juga masyarakat lintas agama yang ikut meramaikan suasana Ramadan.

Ngabuburit: Menunggu Waktu Berbuka dengan Santai

Selain takjil, istilah ngabuburit juga sangat populer selama Ramadan. Kata ini berasal dari bahasa Sunda, yakni dari frasa ngalantung ngadagoan burit yang berarti bersantai sambil menunggu waktu sore. Dalam perkembangannya, istilah ini diserap ke dalam bahasa Indonesia dan merujuk pada aktivitas menunggu waktu berbuka puasa hingga azan Maghrib berkumandang.

Ngabuburit biasanya dilakukan setelah waktu Asar dengan berbagai kegiatan ringan, seperti berjalan-jalan, berburu takjil, berkumpul bersama teman, atau melakukan aktivitas santai lainnya. Meski berasal dari budaya masyarakat Sunda, istilah ini mulai populer secara luas sejak tahun 1990-an dan kini digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Bagian dari Tradisi Sosial Ramadan

Keberadaan istilah takjil dan ngabuburit menunjukkan bagaimana bahasa berkembang mengikuti budaya dan kebiasaan masyarakat. Kedua istilah ini tidak hanya menggambarkan aktivitas selama Ramadan, tetapi juga mencerminkan suasana kebersamaan dan tradisi sosial yang khas di Indonesia.

Dengan memahami maknanya, masyarakat dapat melihat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang interaksi sosial dan budaya yang memperkaya pengalaman selama bulan suci.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)