19 February 2026 00:44
Satuan Tugas Pemulihan Pasca Bencana (Satgas Galapana) menggelar rapat koordinasi tingkat menteri dan kepala lembaga untuk membahas percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi penanganan bencana yang sebelumnya telah dilakukan di Aceh pada Januari 2026 lalu.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra, Tito Karnavian, memaparkan total ada 52 kabupaten kota yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pada akhir November lalu. Dari total tersebut, 38 daerah di antaranya sudah berangsur normal.
Dalam laporannya, Tito Karnavian menyebutkan bahwa dari 16 kabupaten/kota yang terdampak di Provinsi Sumatra Barat, sebanyak 13 wilayah atau sekitar 81 persen sudah dinyatakan kembali normal secara fungsional. Meski demikian, terdapat dua wilayah yang masih memerlukan perhatian serius, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.
"(Sebanyak) 15 kabupaten kota di antaranya sudah normal fungsional, artinya jalan, jembatan sudah bisa dilalui, logistik, lain-lain kami akan sampaikan variabelnya," ujar Tito dalam rakor satgas pemulihan pascabencana Sumatra, Rabu, 18 Februari 2026.
Baca juga:
Mendagri: Jalan Nasional Aceh, Sumbar, dan Sumut 100% Fungsional |