Kisah Pilu Korban Selamat KM Nurul Salsa, Terapung di Laut Selama 4 Hari

22 July 2026 18:40

Pusat tragedi tenggelamnya kapal motor Nurul Salsa di perairan Barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, meninggalkan trauma bagi korban yang selamat. Salah satu korban mengaku terombang-ambing selama empat hari menggunakan gabus demi bertahan hidup.

Dikutip dari program Metro Hari Ini Metro TV, Rabu, 22 Juli 2026, sebanyak 7 korban kapal tenggelam Nurul Salsa hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Hayung, Kota Benteng, Selayar, Sulawesi Selatan. Kondisi mereka pun sudah berangsur membaik, meskipun demikian, mereka mengaku masih mengalami trauma yang mendalam.

Bau Asseng, korban selamat KM Nurul Salsa, mengaku harus bertahan dengan berpegang pada gabus selama empat hari, sambil menjaga ponakannya bernama Diska yang berumur tujuh tahun. Bau Asseng juga menceritakan bahwa awalnya ada 19 orang yang berpegang pada gabus untuk bertahan. Namun, sembilan orang telah meninggal sehingga tersisa 10 orang, di mana masing-masing satu gabus berisikan lima orang.
 


Namun dengan kondisi yang terombang-ambing di lautan, akhirnya mereka terpisah dan terbawa arus. Bau Asseng dan keempat korban lainnya ditemukan nelayan pada Sabtu, 18 Juli 2026 sore. 

Sementara gabus kedua juga ditemukan layan pada Minggu sore dan tersisa dua orang. Korban kedua mengaku tiga penumpang lainnya telah meninggal karena tak mampu bertahan dan mengalami kelelahan.

Sebelumnya, KM Nurul Salsa yang membawa puluhan penumpang mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. 

Kapal motor tersebut mengalami mati mesin saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polasi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Hingga pencarian hari ketujuh dari 78 penumpang, ada 16 orang yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X