21 June 2026 23:55
Gempa bumi bermagnitudo 6,7 mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, hingga Poso pada Selasa, 16 Juni 2026. Gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer yang berpusat di 42 kilometer tenggara Kota Palu ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di kawasan tersebut.
Guncangan kuat tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada berbagai infrastruktur vital, termasuk penutupan sementara Jembatan Palu IV, serta merusak ratusan rumah warga dan fasilitas ibadah yang mayoritas terpusat di Kabupaten Sigi. Di Sigi, kerusakan bangunan terparah dilaporkan terjadi di Desa Kamarora-A, Uwenuni, dan Tongoa.
Merespons bencana alam yang mengakibatkan satu orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ini, pemerintah pusat segera mengambil tindakan penanganan cepat. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk mengoptimalkan upaya tanggap darurat dan mengimbau masyarakat agar tetap mewaspadai potensi gempa susulan.
Di saat yang bersamaan, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyatakan bahwa tim Tagana telah diterjunkan ke lokasi terdampak di bawah koordinasi BNPB. Kementerian Sosial berfokus pada pemenuhan kebutuhan penyintas dengan menyalurkan stok bantuan logistik, mendirikan tenda-tenda pengungsian, serta mengoperasikan fasilitas dapur umum pada masa kedaruratan ini.