Jakarta: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyebut pasar modal Indonesia layak sebagai bursa paling transparan di dunia.
Klaim Jeffrey Hendrik didasarkan pada keterbukaan informasi atas kepemilikan emiten, seperti pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen.
Jeffrey menilai, langkah ini baru diterapkan di pasar modal Indonesia dan India saja.
Sebelumnya, regulator juga telah mengungkap klasifikasi saham yang masuk kategori kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration, sebagai cara memperbaiki kualitas saham.
Namun Jeffrey menyadari, langkah ini tak cukup untuk membuktikan transparansi pasar saham di dalam negeri.
Bursa juga telah memperluas jaringan komite khusus dan independen yang akan merancang metodologi serta penanganan saham HSC guna menjawab sorotan MSCI atas reformasi bursa.