Rocky Gerung Tegaskan Tetap Kritis usai Jadi Wantimpres Prabowo

2 October 2026 17:53

Jakarta: Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung menegaskan sikap dan pandangannya tetap kritis meski kini menjadi bagian dari pemerintahan setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Rocky mengatakan dirinya hanya berpindah posisi dari luar ke dalam pemerintahan. Ia menegaskan tidak akan meninggalkan sikap kritis yang selama ini dikenal publik.

“Ya kan cuma pindah. Saya cuma pindah dari luar ke dalam. Apa bedanya? Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break, ” ujar Rocky dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jumat 2 Oktober 2026.

Rocky menjelaskan, Wantimpres memiliki fungsi memberikan pertimbangan etis terhadap arah kebijakan pemerintah, bukan mengevaluasi pelaksanaan teknis. Menurutnya, anggota Wantimpres harus mampu melihat dampak kebijakan dan memberikan masukan agar arahnya sesuai dengan visi Presiden.

“Pesan khusus diberikan oleh Pak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis. Apa itu kedudukan etis? Kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan dan memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan itu supaya sesuai dengan visi Presiden,” kata Rocky.

Ia menambahkan, Wantimpres juga memiliki fungsi memantau situasi politik dan kebudayaan. Pertimbangan yang disampaikan, kata dia, harus berlandaskan tanggung jawab etis setiap anggota.

Rocky menegaskan Wantimpres tidak bertugas mengevaluasi kebijakan teknis kementerian. Fokusnya adalah mengawasi arah kebijakan agar sesuai dengan janji Presiden saat kampanye dan visi yang ingin diwujudkan.

“Kita mengawasi arah dari kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden pada waktu kampanye, sesuai dengan tema yang diinginkan oleh Presiden,” ujarnya.

Menurut Rocky, Wantimpres juga dapat memberikan pertimbangan ketika terdapat perbedaan antara pesan pemerintah dan persepsi masyarakat. Namun, keputusan untuk memperbaiki kebijakan tetap berada di tangan Presiden.

“Kita membuat pertimbangan itu buat Presiden. Bukan kita yang memperbaiki,” kata Rocky.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X