Donald Trump Tiba di Beijing Didampingi Elon Musk dan Tim Cook

14 May 2026 00:14

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mendarat di Beijing, Tiongkok, pada Rabu, 13 Mei 2025 malam pukul 19.55 waktu setempat. Kedatangan pemimpin Amerika Serikat ini menandai kunjungan bersejarah, mengingat ini merupakan pertama kalinya pemimpin AS menyambangi Tiongkok dalam hampir satu dekade terakhir.

Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 15 Mei 2026, dengan agenda utama pertemuan bilateral bersama Presiden China, Xi Jinping. Trump tidak datang sendiri. Ia didampingi delegasi besar yang terdiri dari pejabat pemerintahan serta para pemimpin korporasi teknologi raksasa, termasuk Elon Musk, Tim Cook, dan Jensen Huang.

Jurnalis Metro TV, Nadia Soraya, melaporkan langsung dari Beijing bahwa salah satu poin krusial dalam diskusi bilateral esok hari adalah situasi geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel. Trump diprediksi akan meminta bantuan Tiongkok untuk menggunakan pengaruhnya sebagai pembeli minyak terbesar yang melintasi Selat Hormuz.

"Trump diprediksi akan mendorong Tiongkok untuk membantu mengakhiri ketegangan atau setidaknya mengembalikan Amerika Serikat dan Iran ke meja perundingan," lapor Nadia Soraya dikutip dari Top News, Metro TV, Rabu 13 Mei 2026.
 


Isu Selat Hormuz menjadi vital karena Tiongkok menyerap 60 hingga 80 persen pasokan minyak yang melewati jalur tersebut. AS juga memberikan peringatan keras berupa ancaman tarif sebesar 50 persen jika Tiongkok terbukti menyuplai senjata ke Iran selama masa perang berlangsung.

Keamanan Kecerdasan Buatan (AI)

Selain isu perang dan tarif, kehadiran para bos teknologi mengisyaratkan fokus besar pada pengembangan Kecerdasan Buatan (AI). Kedua negara diharapkan dapat membentuk saluran komunikasi resmi untuk menetapkan batasan penggunaan AI yang aman.

Diskusi ini bertujuan mencegah penyalahgunaan AI dalam serangan siber maupun pengembangan senjata militer berbahaya. Saat ini, AS dikenal unggul dalam pengembangan sistem AI, sementara Tiongkok memimpin dalam sisi implementasi massal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)