Danantara-Arm Buka Pelatihan Semikonduktor, Ini Syarat dan Jadwalnya

23 April 2026 21:32

Pemerintah bersama Danantara Indonesia dan Arm Limited membuka pelatihan semikonduktor bagi para insinyur yang ingin ikut membangun masa depan teknologi bangsa. Saat ini, industri semikonduktor menjadi fondasi bagi berbagai teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan (AI), perangkat pintar, hingga kendaraan listrik.

Bersama Arm sebagai perusahaan semikonduktor terkemuka asal Inggris, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari praktisi global, memahami ekosistem teknologi terkini, sekaligus membuka peluang karier di industri semikonduktor yang terus berkembang.

Pendaftaran Joint Semiconductor Training dibuka hingga 3 Mei 2026. Pelatihan akan diselenggarakan pada 20-22 Mei 2026 di Jakarta. Syarat mengikuti pelatihan yaitu sebagai berikut:

  • Mahasiswa minimal tahun ke-3 atau fresh graduate
  • Latar belakang studi Ilmu Komputer atau Teknik Elektro.
  • Profesional atau chip engineer berpengalaman.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat, dan bagi peserta terbaik berkesempatan direkrut oleh perusahaan BUMN.
 
Baca juga: Belajar Kelola Kota, Jakarta Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Shenzhen

Pelatihan ini merupakan salah satu implementasi dari perjanjian kerangka kerja antara Danantara dan Arm di Inggris pada 23 Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan dokumen tersebut sebagai bentuk perhatian pada percepatan langkah Indonesia menguasai teknologi semikonduktor.

Arm merupakan perusahaan teknologi Inggris yang mendesain prosesor hemat energi terkemuka dunia. Arm menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif global, serta hampir 94?sain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan. Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

Kemitraan strategis ini sekaligus menandai langkah Indonesia bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tinggi dalam rantai pasok global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)