Jumlah korban meninggal akibat tabrakan kereta api Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat tujuh penumpang meninggal dunia, sementara tiga penumpang lainnya masih terjepit di dalam gerbong.
Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 28 April 2026, Tim SAR menyebut, tiga penumpang yang masih terjebak di dalam gerbong dilaporkan dalam kondisi hidup. Namun, proses penyelamatan membutuhkan penanganan khusus agar korban dapat dievakuasi dengan aman tanpa memperparah kondisi mereka.
Proses evakuasi telah berlangsung lebih dari 10 jam dan hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Petugas menghadapi kendala dalam mengevakuasi korban yang masih terjepit, lantaran kondisi gerbong yang sempit dan mengalami kerusakan parah akibat benturan.
Korban luka yang selamat telah dievakuasi dan dilarikan ke sembilan rumah sakit di sekitar lokasi kejadian untuk mendapatkan penanganan medis. Total sebanyak 81 penumpang mengalami luka-luka. Saat ini masih dalam perawatan intensif.
Insiden maut ini terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam pukul 20.55 WIB, yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).