Pemkab Manggarai Barat Distribusikan 36 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

18 August 2026 17:52

Memasuki hari ketiga pascagempa yang mengguncang Flores, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat mulai mendistribusikan 36 ton beras untuk warga terdampak. Bantuan logistik ini disalurkan ke 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyaluran beras tersebut merupakan tahap pertama bantuan dalam masa tanggap darurat bencana. Guna mempercepat proses distribusi, Pemkab mengerahkan sedikitnya 40 unit kendaraan dinas secara serempak ke berbagai lokasi terdampak.

Petugas melakukan penyaluran hingga malam hari untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi. Pemkab Manggarai Barat menyatakan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kebutuhan warga serta hasil pendataan terbaru di lapangan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya cepat pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat selama masa tanggap darurat pascabencana.
 



Pada 15 Agustus 2026, gempa bumi berkekuatan awal bermagnitudo 7,0 dengan parameter pemutakhiran menjadi bermagnitudo 7,7 terjadi pada pukul 05.58 WITA . Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Pusat gempa bumi tektonik itu terjadi di wilayah laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sesaat usai terjadi gempa tektonik tersebut. Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 08.30 Wita setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan.

Hasil observasi tinggi muka laut mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Ketinggian tertinggi yang tercatat dalam laporan BMKG mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 06.27 Wita. Kenaikan muka air laut juga tercatat di Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, serta sejumlah wilayah lainnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X