Revitalisasi Kota Tua, Trem Listrik Direncanakan Beroperasi Kembali

20 June 2026 14:06

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghidupkan kembali trem listrik sebagai bagian dari revitalisasi kawasan Kota Tua. Program ini ditujukan untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendukung transportasi ramah lingkungan guna mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global.

Rencana tersebut akan mengintegrasikan nilai sejarah, pariwisata, dan transportasi modern dalam satu kawasan. Jalur trem nantinya akan melintasi kawasan Kota Tua dan terhubung dengan sejumlah titik strategis, termasuk area sekitar Sunda Kelapa.

Menurut pengelola kawasan Kota Tua, pengaktifan kembali trem juga menjadi upaya menghidupkan warisan sejarah transportasi Jakarta. Berdasarkan catatan sejarah, trem pernah beroperasi selama 27 tahun di Batavia, mulai dari trem kuda, kemudian beralih ke kereta uap, hingga akhirnya menggunakan tenaga listrik sebelum tergeser oleh moda transportasi lain.

Selain menjadi sarana transportasi, trem listrik diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Tua.

Sejumlah warga menyambut positif rencana tersebut. Salah seorang warga, Fauzan, menilai kehadiran kembali trem dapat meningkatkan daya tarik Kota Tua sebagai destinasi wisata internasional.
 

Baca juga: TMCR 2026 Ajak Jelajahi Sejarah dan Budaya Jakarta Lewat Ajang City Rally

"Bagus sih kalau kata saya. Jadi memancing daya tarik untuk wisatawan mancanegara supaya Kota Tua bisa jadi pilihan destinasi wisata," ujarnya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 20 Juni 2026. 

Pendapat serupa disampaikan Aldo yang berharap pengoperasian kembali trem dapat membuat kawasan Kota Tua semakin dikenal luas.

"Bagus dong karena pasti Kota Tua lebih terkenal lagi di mancanegara. Saya juga bisa merasakan seperti apa naik trem seperti zaman dulu," katanya.

Mayoritas masyarakat yang ditemui di kawasan Kota Tua mendukung rencana revitalisasi tersebut. Mereka berharap pengaktifan kembali trem listrik tidak hanya meningkatkan aktivitas wisata, tetapi juga menghidupkan kembali nilai sejarah yang menjadi identitas kawasan Kota Tua Jakarta.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)