Merangkul Tunawisma di Ibu Kota Demi Kehidupan Lebih Layak

19 June 2026 18:41

Keberadaan tunawisma dan manusia gerobak masih ditemukan di sejumlah kawasan, di Jakarta Barat. Di balik penertiban yang dilakukan, pendekatan secara persuasif turut dikedepankan agar mereka tetap mendapatkan pelayanan dan tidak terlantar.

Keterbatasan ekonomi dan beragam persoalan sosial membuat sebagian warga hidup berpindah-pindah serta memanfaatkan ruang publik sebagai tempat berteduh sementara. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, termasuk penjangkauan hingga pendataan yang dilakukan untuk memastikan mereka tidak terlantar. 

Upaya tersebut juga turut dilakukan Satpol PP dan Dinas Sosial di Kecamatan Cengkareng dengan menyusuri sejumlah kawasan yang kerap menjadi tempat keberadaan tunawisma dan manusia gerobak. Namun dalam pelaksanaannya, penanganan tunawisma dan manusia gerobak tak selalu berjalan mudah. 

Sebagian dari mereka memiliki latar belakang dan permasalahan sosial yang beragam, serta tak jarang merasa nyaman dengan lingkungan tempat mereka berada. Kondisi tersebut membuat pendekatan secara persuasif dan dialog menjadi salah satu cara untuk memahami kebutuhan mereka sekaligus mencari jalan keluar.


"Keberadaan tunawisma ini bisa meresahkan masyarakat juga. Tunawisma ini harus mendapatkan pelayanan karena mereka juga bagian daripada masyarakat warga Jakarta. Oleh karena itu Satpol PP menjangkau mereka, mendata mereka, mengedukasi mereka. Seandainya mereka memang benar-benar nggak punya rumah ya kita sampaikan ke Dinas Sosial khususnya untuk di Panti Kedaung, untuk dilakukan asesmen dan berharap untuk bisa mendapatkan pelayanan tempat tinggal ataupun pelayanan lainnya, sehingga tidak terlantar lah gitu. Jadi Jakarta bisa nyaman gitu," ujar Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Sukarlan dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jum'at 19 Juni 2026. 

Penanganan tunawisma di Jakarta tak hanya berkaitan dengan menata kota, tapi juga memastikan haknya sebagai manusia tidak terabaikan. Karena bagi mereka yang tak memiliki tempat untuk berteduh, kehadiran negara menjadi salah satu harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)