Apa Itu Gambut? Kenali Lahan yang Rentan Terbakar Saat Kemarau-Jadi Lebih Paham

M Sholahadhin Azhar • 27 August 2026 16:58

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan. Di balik meluasnya ancaman kebakaran tersebut, ada satu jenis lahan yang kerap menjadi sorotan, yakni gambut. 

Berasal dari Bahasa Banjar

Istilah gambut berasal dari bahasa Banjar di Kalimantan Selatan. Kata tersebut digunakan masyarakat Banjar untuk menyebut kawasan rawa yang didominasi tumpukan sisa-sisa tumbuhan. Istilah gambut juga merujuk pada daerah di kawasan Banjarmasin.

Kawasan gambut terbentuk dari material organik berupa sisa tumbuhan yang menumpuk dalam kondisi basah. Karena itu, gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah mineral pada umumnya.

 

Baca Juga :

Gempa M7,7, Sebenarnya Apa Arti Magnitudo?-Jadi Lebih Paham

 

Mengapa Gambut Mudah Terbakar?

Saat musim kemarau, ketersediaan air di kawasan gambut dapat berkurang sehingga material organik yang sebelumnya basah menjadi kering. Kondisi tersebut membuat sisa-sisa tumbuhan yang menumpuk menjadi lebih mudah terbakar ketika terkena sumber api atau suhu panas yang tinggi.

Kebakaran di lahan gambut juga menjadi perhatian karena kondisi lahannya dapat membuat api lebih sulit ditangani. Karena itu, menjaga kelembapan lahan dan mencegah munculnya sumber api menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko karhutla.

Gambut tidak hanya berkaitan dengan potensi kebakaran. Kawasan ini juga merupakan bagian dari ekosistem yang perlu dijaga. Ketika kondisi gambut tetap basah dan terawat, risiko terjadinya kebakaran dapat ditekan.

Nah Teman MTVN Lens, gambut ternyata bukan sekadar kawasan rawa yang dipenuhi sisa tumbuhan. Karakteristiknya membuat lahan ini perlu mendapat perhatian lebih, terutama saat musim kemarau dan ancaman karhutla meningkat. Menjaga gambut berarti ikut menjaga lingkungan sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X