37 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi, Tiga di Antaranya Hanya Bisa Diakses Jalan Kaki

30 December 2025 19:25

Sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Aceh Tengah, namun pemulihan akses masih menghadapi kendala besar. Hingga Senin, 29 Desember 2025, tercatat sebanyak 37 desa di wilayah tersebut masih terisolasi akibat infrastruktur jalan dan jembatan yang putus total.

Puluhan desa yang masih terputus aksesnya tersebar di beberapa wilayah, meliputi Kecamatan Rusip Antara, Kecamatan Ketol, Kecamatan Celala, Kecamatan Bintang, hingga Kecamatan Linge.

Akses Hanya Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Kondisi paling memprihatinkan dilaporkan terjadi di Kecamatan Bintang. Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengungkapkan bahwa terdapat tiga desa di kecamatan tersebut —yakni Desa Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel— yang bahkan tidak dapat ditembus oleh kendaraan roda dua.

"Daerah ini memang roda dua pun belum bisa (masuk). Hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Ini harus menjadi perhatian serius kita," ujar Haili Yoga.

Sementara itu, di Kecamatan Ketol, enam desa masih terisolasi akibat putusnya jembatan penghubung yang memiliki bentang cukup panjang, sehingga memutus urat nadi transportasi masyarakat setempat.
 
Baca juga: Kawal Pemulihan Pascabencana, DPR Buka Posko di Aceh

Distribusi Logistik via Udara dan Metode Sling Load

Lumpuhnya akses darat membuat pemerintah daerah harus memutar otak untuk menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Saat ini, distribusi logistik ke 37 desa tersebut sangat bergantung pada pengiriman melalui jalur udara menggunakan helikopter serta sistem kabel (sling).

Langkah ini diambil guna memastikan kebutuhan ekonomi dan pangan warga di wilayah terisolasi tetap terpenuhi selama proses perbaikan infrastruktur berlangsung.

Rencana Relokasi dan Hunian Sementara

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk percepatan penanganan pasca-bencana. Fokus utama saat ini adalah pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bupati Haili Yoga menegaskan bahwa sejumlah desa dipastikan harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan kajian teknis, struktur alami di lokasi pemukiman lama sudah tidak memungkinkan untuk dihuni kembali karena risiko bencana susulan yang sangat tinggi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)