Gelombang 73 Serangan Iran Hantam Dimona dan Pangkalan Militer AS

22 March 2026 22:14

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melanjutkan rangkaian operasi "True Promise IV" dengan meluncurkan gelombang serangan ke-73. Dalam operasi bersandi "Ya Haidar" tersebut, Angkatan Dirgantara IRGC mengklaim berhasil menghantam sejumlah target militer dan pusat keamanan menggunakan kombinasi rudal presisi dan pesawat nirawak (drone).

Serangan ini menyasar wilayah selatan dan utara yang dikuasai Israel, mencakup Arad, Dimona, Eilat, Bir al-Sabi, serta Kiryat Gat. IRGC menyatakan bahwa serangan dilakukan setelah sistem pertahanan udara lawan mengalami kegagalan. Selain target di wilayah tersebut, Iran juga mengincar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, seperti Ali Al-Salem, Minhad, dan Al-Dhafra menggunakan rudal jenis Fattah, Ghader, Emad, serta drone bunuh diri.

Laporan awal IRGC menyebutkan lebih dari 200 orang tewas dan terluka dalam jam-jam pertama operasi. Mereka juga menuding otoritas keamanan setempat melakukan sensor ketat terhadap jurnalis guna menutupi skala kerusakan yang terjadi.

Sebelumnya, pada gelombang ke-72 bersandi "Ya Rasulullah", IRGC melaporkan penghancuran hanggar dan depot bahan bakar di pangkalan AS, Minhad dan Ali Al-Salem. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas keterlibatan pangkalan tersebut dalam serangan terhadap pulau-pulau Iran. Operasi ini juga menyasar armada kelima Angkatan Laut AS dengan sistem persenjataan presisi tinggi.

Sementara itu, gelombang ke-71 menandai dimulainya taktik ofensif baru. IRGC meluncurkan serangan cepat ke arah Tel Aviv dan Rishon Lezion, serta pangkalan militer Victoria dan Al-Asad. Pihak IRGC menegaskan bahwa seluruh operasi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan intelijen terhadap titik-titik lemah lawan dan memperingatkan bahwa situasi darurat ini akan terus berlanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)