IHSG Menguat Ditopang Data Kenaikan Cadangan Devisa

8 September 2026 12:10

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di teritori positif pada perdagangan Selasa, 8 September 2026 pagi. Pergerakan indeks didorong oleh sentimen positif domestik menyusul rilis data terbaru Bank Indonesia yang mencatatkan kenaikan cadangan devisa, di tengah bayang-bayang konsolidasi pasar global.

Jurnalis Metro TV, Insan Suardi, melaporkan langsung dari gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, bahwa pada satu jam pertama perdagangan pagi ini, IHSG berhasil mempertahankan kinerja positif dengan penguatan sekitar 0,82 persen atau naik 51 basis poin ke level 6.672. Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai kisaran Rp5,6 triliun.

Katalis utama penggerak pasar domestik datang dari posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menembus angka USD146,5 miliar atau bertambah sekitar USD1,2 miliar. Angka ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar modal untuk menahan tekanan eksternal. Kendati demikian, para pengamat menilai pergerakan indeks masih dibayangi fase konsolidasi menyusul pelemahan tipis 0,25 persen pada penutupan perdagangan hari Senin sebelumnya.
 


Dari kancah global, pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya data inflasi melalui Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang dijadwalkan rilis pada 11 September mendatang. Data tersebut akan menjadi acuan penting bagi pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS The Fed pada pertemuan September ini, apakah akan tetap melandai atau mengambil langkah hawkish. Pengamat pasar modal memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan bergerak pada rentang support 6.552 hingga resistance di kisaran 6.870.

Sejalan dengan penguatan IHSG, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut berada di zona hijau, merespons positif kenaikan cadangan devisa nasional. Berdasarkan pantauan di pasar spot, rupiah mengalami penguatan tipis sekitar 0,04 persen berada di level Rp17.609 per dolar AS. Meskipun demikian, ruang penguatan rupiah masih dibayangi oleh sentimen fluktuatif global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memberikan tekanan terhadap mata uang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X