4 September 2026 13:03
Pandangan bahwa usia 40 tahun ke atas adalah fase kehidupan yang mulai melambat kini mulai bergeser. Riset terbaru dari Hill ASEAN bertajuk "Decoding the Prime Generation" mengungkap bahwa masyarakat di kelompok usia ini justru semakin aktif, melek teknologi, dan memiliki antusiasme tinggi dalam berbelanja digital.
Berdasarkan data riset tersebut, sebanyak 47,1 persen responden berusia di atas 40 tahun mengaku ingin merasakan lebih banyak pengalaman baru dalam hidup. Selain itu, 73 persen di antaranya berkomitmen untuk tetap aktif, baik secara fisik maupun mental. Fase ini kini dipandang sebagai kesempatan untuk kembali mengejar hobi, gairah (passion), serta aspirasi yang sempat tertunda.
Dari sisi literasi digital, kelompok yang disebut sebagai Prime Generation ini tidak lagi bisa dianggap tertinggal. Di Indonesia, sebanyak 62,4 persen responden berusia 40 hingga 69 tahun menyatakan keinginan untuk terus mengembangkan diri dengan mempelajari keterampilan baru.
Temuan menarik lainnya muncul dari perilaku belanja. Tercatat sebanyak 57 persen responden usia 40 tahun ke atas aktif menggunakan platform belanja online. Angka ini justru lebih tinggi dibandingkan kelompok usia di bawah 40 tahun yang tercatat sebesar 48 persen. Selain itu, kelompok usia 55 hingga 59 tahun menjadi daya tarik utama bagi para pemasar karena memiliki rata-rata pendapatan tertinggi.
Group CEO Hakuhodo International Indonesia, Devi Attamimi, menjelaskan bahwa terdapat pola gaya hidup yang berubah seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini membuka peluang baru bagi para pemasar untuk menjangkau segmen tersebut.
“Kami memiliki banyak sekali client dan kami menghandle banyak sekali brand. Lalu kami melihat ada sebuah pattern yang semuanya kok jadinya mirip. Di mana di dunia yang sekarang ini, ditambah lagi tadi dengan adanya AI gitu ya, itu adalah sebuah hal yang harus kita waspadai. Sehingga kami berpikir, kita harus melihat apakah ada peluang baru bagi marketer terutama dari sisi kita sebagai marketer,” ujar Devi dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 4 September 2026.
Senada dengan hal itu, Senior Director of Strategy & Head of Seikatsusha Lab, Rian Prabana, menekankan bahwa bertambahnya usia bukan berarti mengalami penurunan produktivitas.
"Di zaman sekarang gitu di mana memang kita tahu adanya teknologi, healthier lifestyle, dan banyak gitu ya faktor-faktor cultural yang terjadi di sekitar kita yang membuat orang di atas 40 punya kesempatan untuk bisa mere-inventing, ujar Rian.
Riset ini menegaskan bahwa faktor budaya dan kemajuan teknologi telah mengubah gaya hidup usia matang menjadi generasi yang lebih ekspresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.