19 August 2026 20:57
Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 kembali hadir sebagai wadah strategis dan kolaboratif untuk mendorong ekonomi inklusif dan kreatif nasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Indonesia memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan asosiasi. KKI di tahun ini juga berfokus untuk memastikan UMKM mampu bersaing di pasar global serta turut berkontribusi dalam pertumbuhan.
Dalam rangka mendorong pengembangan UMKM, Bank Indonesia kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Dengan mengusung tema penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit, tangguh, dan berdaya saing, KKI dapat menjadi wadah pameran produk unggulan dan aktivasi interaktif antara pelaku UMKM dan konsumen.
Event yang berlangsung pada 20 hingga 23 Agustus 2026 di Hall A dan B JCC Jakarta ini mengangkat tagline 'Beudaya Meusare-sare'. Diambil dari bahasa Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama. Sejalan dengan dukungan terhadap program Astacita, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kewirausahaan sekaligus ekonomi kreatif.
Pengembangan UMKM dilakukan mulai dari peningkatan kualitas produk, literasi keuangan, hingga proses kurasi ketat. Tak hanya itu, fasilitas business matching juga disediakan guna membuka akses pembiayaan dan menjembatani UMKM lokal tembus pasar global.
"Jadi ini Bank Indonesia ini konsisten menerapkan pendekatan pengembangan UMKM secara menyeluruh. Jadi kita mulai dari peningkatan kualitas, ada literasi keuangan, terus kita juga melakukan kurasi untuk produk-produk UMKM kita. Kita juga setelah itu melakukan business matching baik ekspor, pembiayaan, maupun keuangan dan juga kita melakukan fasilitasi untuk masuk kepada pasar global atau internasional." kata Direktur Dept Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI, Rosita Dewi, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca Juga :