24 August 2026 11:51
Setelah sepekan bergelut dengan kegelapan, senyum dan harapan perlahan kembali menyelimuti warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aliran listrik yang sempat terputus total akibat guncangan gempa bermagnitudo (M) 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu, kini telah kembali menyala berkat kerja keras personel Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terus memulihkan jaringan di wilayah tersebut.
Tiang-tiang listrik di Desa Tonggurambang yang sebelumnya tumbang berserakan, kini telah kembali berdiri tegak berdampingan dengan pepohonan kelapa. Kembalinya aliran listrik ini membawa perubahan besar bagi warga yang sebelumnya harus menahan rasa mencekam akibat kegelapan di tengah kekhawatiran akan adanya gempa susulan.
Bagi para penyintas bencana, listrik adalah bagian krusial dari upaya mengembalikan kehidupan yang normal. Sri Wulandari, salah seorang warga Desa Tonggurambang yang sudah dua malam kembali menikmati terang di rumahnya, mengaku sangat bersyukur. Setelah tujuh hari berdamai dengan kegelapan, kini ia perlahan bisa menata kembali kondisi rumah tangganya.
"Alhamdulillah senang bisa beraktivitas kembali toh karena kita kalau listrik menyala bisa butuh air. Karena kalau awal pertama-pertama pasti air yang butuh. Karena kita mana masak ya dicuci ya beras tuh pakai air, cuci piringnya pakai air, semuanya serba air. Jadi Alhamdulillah senang," ungkap Sri Wulandari dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 24 Agustus 2026.
Rasa syukur serupa juga diutarakan oleh Emi, yang juga merupakan warga Desa Tonggurambang. Meskipun trauma akibat guncangan gempa masih membekas hingga keluarganya memilih bertahan di tenda sederhana di luar rumah, kehadiran cahaya setidaknya memberikan rasa aman dan kemudahan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan logistik di malam hari.
Tidak hanya di permukiman, terang juga kembali dirasakan di titik-titik posko pengungsian seperti di Desa Marapokot. Ice, salah satu pengungsi, merasakan langsung perubahan tersebut. Baginya, cahaya lampu membuat suasana tenda menjadi lebih nyaman, terutama saat ia melihat bayinya bisa kembali bermain tanpa harus ketakutan di dalam gelap. Ia juga mengapresiasi berbagai bantuan yang datang menyertai perbaikan infrastruktur ini.