Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengungkapkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN),
Nanik Sudaryati Deyang, sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar satu pekan sebelum memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Menurut Hasan, kondisi kesehatan Nanik memang membutuhkan penanganan medis yang lebih serius.
Memang seminggu yang lalu Ibu Nanik itu sempat dirawat di rumah sakit selama satu minggu kurang lebih, dan saya juga sempat menengok beliau ketika beliau dirawat di rumah sakit. Memang beliau mengalami persoalan
kesehatan yang memang harus ditangani dengan lebih serius, ujar Hasan dalam tayangan
Breaking News Metro TV, Rabu 22 Juli 2026.
Hasan mengatakan, saat menjenguk Nanik di rumah sakit, ia telah diberi tahu mengenai rencana pengunduran diri tersebut.
Beliau waktu itu menyatakan memang sudah terpikir untuk menghadap Presiden untuk menyampaikan pengunduran diri. Persoalan kesehatan ini mungkin yang menyebabkan beliau merasa tidak akan maksimal dalam menjalankan pekerjaan yang sangat berat di
BGN, katanya.
Menurut Hasan, penurunan kondisi kesehatan Nanik tidak terlepas dari upaya pembenahan yang dilakukan selama sekitar satu setengah bulan terakhir di tubuh BGN.
Selama satu setengah bulan terakhir melakukan perbaikan-perbaikan yang luar biasa berat dan luar biasa besar di BGN. Waktu istirahat beliau tidak teratur, kemudian juga bekerja jauh lebih keras lagi karena ini bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan di sebuah lembaga, tapi melakukan perbaikan-perbaikan yang luar biasa drastis, ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat Nanik memutuskan untuk memprioritaskan kesehatannya.
Mungkin ini menyebabkan kondisi kesehatan beliau turun dan ketika itulah beliau merasa kondisi kesehatan ini harus diantisipasi secara serius. Kalau sebelumnya kan kelihatan beliau sehat-sehat saja, ucap Hasan.
Hasan juga meminta publik menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait pengunduran diri Nanik.
Kalau teman-teman mau dapat keterangan resmi soal pengunduran Ibu Nanik, tentu harus menunggu pengumuman resmi atau pernyataan resmi dari Menteri Sekretaris Negara. Jadi saya minta teman-teman bersabar, katanya.
Sebelumnya, Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui unggahan di media sosial pribadinya. Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion atas diagnosis penyakitnya.
Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat, tulis Nanik.
Nanik mengatakan keputusan mundur telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN, jelasnya.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. Saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka, ungkap Nanik.