Apakah Hewan Bisa Berbohong? Begini Penjelasannya-Serius Ini Hewan?

11 January 2026 08:44

Jakarta: Selama ini perilaku manipulatif atau berbohong kerap dianggap sebagai sifat eksklusif manusia. Namun, temuan ilmiah menunjukkan bahwa di alam liar, strategi bertahan hidup justru sering kali melibatkan tindakan yang tampak “menipu”. Sejumlah spesies hewan diketahui mampu melakukan manipulasi perilaku demi memperoleh keuntungan.

Dilansir dari laman Discover Wildlife, para peneliti menemukan bahwa beberapa hewan memiliki kemampuan melakukan apa yang dikenal sebagai Penipuan Taktis, yakni strategi manipulatif yang digunakan untuk mendapatkan makanan, pasangan, atau menghindari ancaman.
 

 

Apa Itu Penipuan Taktis dalam Dunia Hewan?

Dalam kajian biologi perilaku, penipuan taktis merujuk pada tindakan sengaja yang dirancang untuk menyesatkan individu lain demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak didasari niat moral, melainkan merupakan hasil adaptasi evolusioner yang terbukti efektif dalam lingkungan yang kompetitif.

Penipuan taktis dapat ditemukan pada berbagai kelompok hewan, mulai dari burung, primata, hingga serangga.

Burung Drongo dan Tipu Daya Lewat Suara

Salah satu contoh paling cerdik ditemukan pada burung Drongo ekor-cabang di Afrika. Burung ini memiliki kemampuan meniru suara peringatan bahaya milik spesies lain.

Saat suara tersebut terdengar, hewan di sekitarnya akan panik dan melarikan diri, meninggalkan makanan mereka. Di saat itulah Drongo mengambil kesempatan untuk mencuri makanan tersebut tanpa perlu berburu sendiri.

Simpanse dan Manipulasi Informasi Sosial

Perilaku serupa juga ditemukan pada primata, khususnya Simpanse. Peneliti mengamati bahwa simpanse terkadang berpura-pura tidak mengetahui keberadaan sumber makanan saat berada di dekat kelompoknya.

Taktik ini digunakan agar mereka tidak perlu berbagi makanan atau melakukan altruisme, yaitu perilaku membantu individu lain tanpa keuntungan langsung bagi diri sendiri.

Dengan menyembunyikan informasi, simpanse dapat mengamankan sumber daya untuk dirinya sendiri.

Kunang-Kunang yang Menipu untuk Memangsa

Tingkat penipuan yang lebih ekstrem ditemukan pada dunia serangga, khususnya kunang-kunang betina dari spesies tertentu.

Betina ini mampu meniru pola cahaya spesies kunang-kunang lain. Namun, tujuan mereka bukan untuk kopulasi, melainkan untuk memancing jantan spesies lain mendekat agar dapat dimangsa.

Strategi ini menunjukkan bahwa penipuan di alam tidak hanya digunakan untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk berburu.

Pakar perilaku hewan menegaskan bahwa tindakan “berbohong” di alam liar tidak berkaitan dengan konsep moral seperti pada manusia. Penipuan taktis merupakan strategi adaptasi murni yang terbentuk melalui proses evolusi panjang.

Kecerdikan ini menjadi bukti bahwa evolusi tidak hanya membentuk fisik hewan, tetapi juga kemampuan kognitif yang sangat spesifik untuk menghadapi tantangan lingkungan.
   

Alam Liar sebagai Arena Strategi

Fenomena penipuan taktis memberikan perspektif baru dalam memahami kecerdasan dan perilaku hewan. Di balik tampilan polos banyak makhluk hidup, tersimpan strategi kompleks untuk memenangkan persaingan di ekosistem yang keras.

Alam liar pun terbukti menjadi panggung besar tempat kecerdikan, manipulasi, dan adaptasi memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup setiap spesies.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)