NEWSTICKER

Teknik Penjilidan Buku "Sisik Naga" Mudahkan Kegiatan Membaca

3 November 2022 08:33

Ribuan tahun lalu orang Tiongkok menciptakan penjilidan sisik naga untuk memudahkan kegiatan membaca, yaitu saat buku di tangan diguncangkan sedikit, maka tulisan dalam buku akan terlihat melalui celah antar halaman, yang tersusun rapi seperti sisik dan tidak bertumpang tindih, selain itu juga ada lukisan, kertasnya pun tidak tebal, saat diterangi cahaya, maka sinar dan bayangan akan terbentuk melalui halaman. 

Pada awal Dinasti Tang, istana kekaisaran telah menggunakan teknik penjilidan sisik naga, yang kemudian diwariskan ke era Dinasti Ming dan Qing. Penjilidan buku sisik naga didasarkan pada gulungan, di setiap halaman ditempelkan dengan jarak yang sama dan akurat satu sama lain, hingga bisa membentuk gulungan tangan saat ditutup dan berkibar saat dibuka. 

Zhang Xiaodong adalah seorang seniman Tiongkok yang mempelajari teknik penjilidan buku, pada tahun 2008, ia mendedikasikan diri untuk menghidupkan kembali teknik penjilidan sisik naga, dan hingga kini sudah berjalan hampir 15 tahun. Zhang Xiaodong menilai penjilidan sisik naga merupakan terobosan besar sekaligus pembuka jalan bagi penjilidan buku modern. 

Saat ini, buku-buku yang dijilid dengan teknik sisik naga oleh Zhang Xiaodong telah dipamerkan di seluruh dunia, ia memenangkan Penghargaan Banteng Emas ke-25 dan Penghargaan Emas Penghargaan Utama Percetakan Tiongkok pada tahun 2013, sebagai bentuk pengakuan atas hasil kerja keras dan dedikasinya di dunia seni.