NEWSTICKER

Harga BBM Naik, Menteri ESDM: Subsidinya Dialihkan Agar Lebih Tepat Sasaran

8 September 2022 21:29

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengungkapkan sesuai arahan Presiden pemanfaatan BBM subsidi seharusnya dinikmati untuk masyarakat kurang mampu. Namun dalam kenyataanya, 70 persen BBM justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu

Maka dari itu, Pemerintah mengambil langkah kebijakan baru dengan pengalihan subsidi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan untuk meringankan beban APBN 2022. Kebijakan pengalihan subsidi BBM juga dilakukan untuk melindungi daya beli masyarakat miskin dan rentan melalui penyaluran bantuan sosial.

Selain konsumsi BBM yang meningkat selama 2022, membengkaknya anggaran subsidi BBM juga dipengaruhi juga oleh harga minyak bumi yang meningkat. Asumsi Kementerian ESDM ICP di APBN 2022, yaitu USD63 per barel. Namun sampai dengan kuartal I sudah mencapai USD103 per barel karena konflik yang berkepanjangan yang menyebabkan krisis energi. Hal ini sangat mempengaruhi kondisi keuangan negara.

"Negara sudah mengalokasikan Rp202 triliun untuk subsidi energi. Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Menteri Keuangan apabila harga ICP hingga Desember ke USD85 per barel maka akan meningkat menjadi Rp502 triliun. Hal ini berdasarkan konsumsi Pertalite sebesar 23 juta kiloliter dan solar 15 juta kiloliter. Prediksi kita sampai akhir tahun, akan mencapai 29 juta kiloliter untuk Pertalite dan 17 juta kilo liter untuk solar."

Arifin mengatakan dari data tersebut angkanya akan terus meningkat lebih drastis lagi dan manfaat yang diterima langsung oleh masyarakat yang kurang mampu menjadi lebih kecil.